Pengepul Benur Lobster di Pacitan Dibekuk Polisi

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Tersangka saat diinterogasi di Mapolres Pacitan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Pacitan—Sat Reskrim Polres Pacitan mengagalkan penyelundupan 272 benih udang lobster (benur). Satu tersangka bernama Wirid Windriadi (41) nelayan asal Kabupaten Pacitan diamankan.

BACA JUGA :  Kantor Distributor Semen dan Mesin di Surabaya Terbakar

“Kami tangkap pada Senin 7 Juni 2021 lalu di rumah tersangka, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan kota,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Senin (21/6/2021). 

Dia mengatakan, sebanyak 272 benur itu sudan dikembalikan ke habitatnya bersama Dinas Perikanan. “Sudah kami kembalikan ke habitatnya untuk berkembahg,” katanya. 

Menurutnya, titik kesalahan tersangka adalah melakukan jual beli benur. Padahal jika hanya dilakukan penjaringan lalu dibudidaya tidak akan dilakukan penangkapan. 

“Didalam aturannya jelas bahwa kalau hanya menjaring dan membubidaya tidak dihukum. Nah ini dijual,” tambahnya 

Dia menyebut jika tersangka itu membeli dari nelayan lain. Lalu benur dijual ke salah satu tengkulak di Kabupaten Banyuwangi.

“Pemain lama. Sebenarnya sudah sempat berhenti. Ini mulai lagi dan ketahuan kami,” jelas lulusan Akpol 2002 ini. 

Keuntungan menjual benur, dikatakannya cukup menjanjikan. Pasalnya setiap satu benur dijual Rp 7000. Sedangkan beli nya kurang dari Rp 3000.

Terungkapnya kasus ini, ada informasi dari masyarakat bahwa pelaku melakukan penampungan benur lalu dijual lagi. “Sehingga kami memberantas penampungnya. Biar nelayan tidak mencari,” tambahnya 

Barang bukti yang disita adalah tabung oksigen, karet gelang, satu set tabung regulatur. Pelaku dikenai pasal 92 atau 88 UU Nomor 11 tahun 2020.

“Ancaman paling lama 8 tahun. Denda Rp 1.5M,” pungkasnya. (mkr)