Pendukung Almarhum Cak Nur Menyebar ke Semua Paslon

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji bersama Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin saat membagikan masker gratis kepada warga sekitar. (Anton Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Hasil riset The Republic Institute menyatakan, ternyata suara pendukung Cak Nur akan tersebar ke semua kandidat potensial. Rhe Institute merinci suara pendukung Cak Nur bergeser ke BHS (37,1%), ke Gus Muhdlor (32,3%), ke Mas Iin (23,2%), ke Kelana (6,2%), dan ke Amiq (1,2%).

Lembaga survei The Republic Institut melakukan survei perilaku memilih (voting behavior) di Kabupaten Sidoarjo menjelang pendaftaran bakal paslon di Pilbup 2020. Hasilnya, popularitas tertinggi masih dipegang Plt Bupati Sidoarjo (almarhum) Nur Ahmad Syaifuddin sebesar 90.8%, disusul Bambang Haryo Soekartono (BHS) sebesar 88.2%, Achmad Amir Aslichin (Mas Iin) 87.6%, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) 85.5%, Kelana Aprilianto 65.1%, Sullamul Hadi Nurmawan 41.8%, M Taufiqulbar 41.1%, Bahrul Amig 38.9%, MG Hadi Sutjipto 36.9%, Haris 34.9%, Agung Sudiono 34.8% dan beberapa orang lagi, yang nilai prosentasenya di bawah 30%.

Voting behavior itu dilaksanakan pada tanggal 14-21 Agustus 2020, dengan jumlah responden sebanyak 800 pemilih dan margin of error yaitu 3,8%. Teknik sampling survei dengan Multistage Random Sampling, di mana sampel dipilih secara berjenjang dari tingkat kecamatan, desa, RT, RW sampai KK.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Minta BOS Dioptimalkan, Termasuk Untuk Kuota Internet Siswa dan Guru

“Sehingga dengan teknik ini semua pemilih di Kabupaten Sidoarjo memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai responden penelitian,” jelas Peneliti The Republic Institute, Rixvan Afgani.

Sementara, elektabilitas Cabup Sidoarjo pada periode Agustus, dipimpin BHS dibanding kandidat lain. Yakni BHS 22.3%, kemudian disusul di urutan kedua, yakni (alm) Nur Ahmad Syaifuddin 21.6%, urutan ketiga Mas Iin 16.6%%, urutan keempat Gus Muhdlor 13.7% dan kelima Kelana Aprilianto 10%, keenam Bahrul Amiq 0.8%, ketujuh Haris 0.5%, dan nama-nama lainnya berada di bawah nilai 0.5%.

Ditambahkan, tingginya suara BHS karena adanya dorongan yang kuat dari masyarakat akan perubahan kepemimpinan di Kabupaten Sidoarjo untuk 5 tahun ke depan. Juga harapan masyarakat pada pemimpin yang mampu menjawab persoalan terpuruknya kondisi ekonomi masyarakat. Masyarakat mengidentifikasi seorang pengusaha diyakini mampu membantu dan menyelesaikan problem ekonomi masyarakat yang hancur akibat dampak Pandemi Covid-19.

Sebagaimana dalam hasil penelitian voting behavior ini, juga ditemukan kesukaan masyarakat pada pemimpin yang memiliki latar belakang pengusaha (47,3 %) mengungguli calon pemimpin yang memiliki latar belakang tokoh agama (26,2%), maupun pemimpin yang memiliki latar belakang birokrasi (9,7 %).

Oleh karena itu, BHS yang memiliki latar belakang seorang pengusaha yang sukses, lalu hadir dengan solusi-solusi yang konkret kepada masyarakat. Baik melalui kunjungannya secara langsung kepada masyarakat atau yang diwakili oleh relawan-relawannya yang solid di setiap kelurahan dan desa hingga dusun.

“Kondisi ini, seperti gayung bersambut. Ketika masyarakat butuh sosok pemimpin yang bisa memperbaiki ekonomi masyarakat yang terpuruk, BHS hadir dengan solusi yang tepat. Inilah yang membuat nilai elektabilitas BHS melampaui dari kandidat-kandidat lain,” ujarnya. (hen)