Penderita Disabilitas di Kepohbaru Jadi Korban Pemerkosaan *Korban Hamil 8 Bulan, Berupaya Mencari Keadilan

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Ilustrasi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Seorang penderita disabilitas di Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro diduga menjadi korban pemerkosaan. Korban diperkosa berkali-kali hingga hamil.

Korban pemerkosaan itu berinisial AS (35), warga salah satu desa di Kecamatan Kepohbaru. Saat ini AS hamil delapan bulan.

AN (35), saudara kandung korban menceritakan, adiknya diperkosa Saman (50), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. Yang diingat, korban dipaksa berhubungan badan oleh pelaku sebanyak delapan kali.

BACA JUGA :  Dijebloskan ke Tahanan, Aden Terima Fee 3 Miliar Rupiah

“Diperkosa berkali-kali. Tapi, yang diingat adik saya (diperkosa) sebanyak delapan kali,” kata AN saat dikonfirmasi klikjatim.com, Minggu (22/3/2020).

Korban pertama kali diperkosa pelaku sekitar bulan Agustus 2019 yang lalu. Pemerkosaan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Saat itu kondisi rumah sedang sepi, hanya ada korban. Pelaku yang melihat langsung menghampiri rumah korban dan memaksa korban berhubungan badan.

Sejatinya, korban ingin melawan, namun karena mengalami gangguan disabilitas korban tak berdaya melawan kelakuan bejat pelaku.

“Adik saya bicara saja sulit. Apalagi mau teriak minta tolong tidak bisa,” kata saudara kembar korban itu.

BACA JUGA :  Sejumlah Rumah Retak, Warga Geruduk PT ITS

Korban AS tidak berani cerita atas kejadian yang menimpanya. Sebab, pelaku selalu mengancam korban. AN menjelaskan, adiknya juga pernah diperkosa Saman saat perjalanan pulang dari pasar.

“Pernah diperkosa di gang-gangan. Kalau enggak mau melayani diancam diserempet oleh Saman kalau pulang dari pasar,” ujar AN.

AN mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Polsek Kepohbaru. Perkara ini dilaporkan sejak Desember 2019. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Polsek Kepohbaru.

“Setelah lapor sampai sekarang belum diperiksa lagi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kepohbaru AKP Supriyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan, perkara yang dilaporkan sendiri oleh korban dan saudaranya itu bukan kasus pemerkosaan. Tapi kasus perzinaan.

“Itu bukan pemerkosaan. Tapi, perzinaan. Kami sudah memeriksanya,” kata AKP Supriyono.

Sekedar diketahui, kasus perzinaan merupakan delik khusus. Dalam perkara ini harus ada yang melaporkan. Yang memiliki peluang melapor adalah istri pelaku Saman. Sebab, korban AS berstatus sebagai janda. Jadi, dalam kasus ini jika benar digunakan pasal perzinaan, hanya istri Saman yang bisa melaporkan.

“Ada pihak ketiga yang memanfaatkan kasus ini,” kata kapolsek.

BACA JUGA :  33 Orang Berebut Tujuh Kursi Kepala Dinas

Melihat kejadian yang menimpa AS tim dari satuan tugas (satgas) Kecamatan Kepohbaru Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bojonegoro turut prihatin. Umi Hanik selaku Satgas Dinas PPA Kepohbaru menampik jika kasus ini merupakan perzinaan. Sebab, ada unsur pemaksaan dan ancaman kepada korban yang dilakukan pelaku.

“Kalau namanya, perzinaan pasti tidak ada paksaan dan saling suka. Ini korban dipaksa dan diancam. Jadi, tidak tepat kalau ini kasus pemerkosaan,” ujar Umi Hanik.

Dia juga menilai, karena korban merupakan ada disabilitas, perlu ada ahli yang disabilitas yang memeriksa korban sehingga bisa memahami bahasa korban. Umi meyakini polisi tidak mampu memahami bahasa korban jika melakukan pemeriksaan.

“Saya yakin penyidik tidak paham bahasa dari korban, harus ada ahli disabilitas yang mendampingi dalam pemeriksaan dalam membantu penyidik,” terang dia.

Perkara ini sudah sampai di meja Kapolres Bojonegoro juga Bupati Bojonegoro Anna Muawanah. AN saudara korban menulis surat kepada kapolres dan bupati. Dia meminta perlindungan hukum atas kejadian yang menimpa adiknya.

Bupati Anna pun mengambil langkah cepat. Surat dari AN itu telag didisposisikan kepada Dinas PPA untuk ditindaklanjuti. Senin (23/3/2020) ini dengan didampingi Dinas PPA korban akan menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bojonegoro. (af/mkr)