Pendaftar CJH Sepanjang 2021 di Tulungagung Capai Ribuan, Masa Tunggu Bisa 35 Tahun

Reporter : Iman - klikjatim.com

Salah satu calon pendaftar haji di Kantor Kementerian Agama Tulungagung. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Keinginan masyarakat muslim di Kabupaten Tulungagung, yang ingin menunaikan ibadah haji masih cukup tinggi. Meski Kementerian Agama (Kemenag) RI hingga saat ini belum memastikan terkait jadwal keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2022 sejak adanya kebijakan penundaan pemberangkatan pada tahun 2020 lalu karena pandemi Covid-19.

Antusias masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci ini terlihat dari jumlah pendaftar pada tahun 2021. Berdasarkan data Kemenag Tulungagung menyebutkan bahwa jumlah pendaftar sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak 1.647 orang.

“Kalau informasi resmi dari pemerintah kapan berangkatnya belum ada sampai sekarang,” ungkap Plt Kasi PHU Kemenag Tulungagung, Supriono yang ditemui di kantornya pada Kamis (13/1/2022) siang.

Namun, masyarakat tetap antusias untuk mendaftarkan diri untuk ibadah haji. Menurutnya, pada awal pandemi tahun 2020 lalu sempat ada pembatasan pendaftaran CJH yaitu 10 orang per hari.

Dan beberapa waktu lalu ada perubahan kebijakan pembatasan bagi pendaftar per harinya menjadi sekitar 15 orang. “Dulu dibatasi 1 hari itu maksiml 10 pendaftar, sekarang pembatasannya sudah dicabut dan ada peningkatan walaupun masih lebih sedikit jika dibandingkan sebelum pandemi,” ujarnya.

Penambahan ini secara otomatis membuat daftar tunggu pemberangkatan haji semakin lama. Dia mempredisi dengan jumlah antrean hingga saat ini sebanyak 31.306 orang, maka masa tunggunya bisa mencapai 35 tahun.

“Saat ini lho ya, daftar tunggunya sampai 35 tahun. Itu juga kita belum tahu juga nanti perkembangan kebijakan pemerintah seperti apa,” ucapnya.

Kendati jumlah pendaftaran terus bertambah, tapi juga ada pendaftar yang memilih untuk membatalkan porsi keberangkatannya. Yakni berjumlah sebanyak 260 orang.

Sedangkan pendaftar yang memilih untuk mengurus pengembalian pelunasannya sebanyak 11 orang, dan pendaftar yang melakukan pembatalan validasi 2 orang.

“Yang membatalkan porsi itu ada, yang menunda pelunasan juga ada, yang mengambil lagi pelunasan juga ada, tetap kita layani,” jelasnya. (nul)