Pencuri yang Garong Toko HP Artomoro Ponorogo Berhasil Dibekuk

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Satreskrim Polres Ponorogo berhasil membongkar aksi pencurian di Toko Artomoro. Pelakunya AM (42) asal Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

BACA JUGA :  Penyaluran BKSM Diduga Bermasalah, Kejari Ponorogo Panggil Sejumlah Kepala SD

Polisi melakukan pengejaran hingga ke rumah pelaku di Lampung dan berhasil membekuknya. Dari aksinya itu, pelaku berhasil menggarong 28 hanphone berbagai merek, 1 laptop dan 2 tas laptop. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman kamera CCTV.

“Kami tangkap di rumahnya di Lampung Selatan,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, Kamis (8/4/2021). 

Dia menyebut terungkapnya kasus ini dari rekaman CCTV toko. Dalam rekaman itu, terlihat si pelaku beraksi seorang diri. Pelaku menjebol atap toko. 

“Di atap ada seperti kabel yang tidak berfungsi. Kabel itu yang digunakan pelaku turun ke bawah,” kata lulusan akpol 2002 ini. 

Setelah berhasil turun, pelaku dengan leluasa mengambil handphone yang berada di display. Total ada 28 handphone yang diambil dari berbagai merk. Pun 1 laptop Dan 2 tas laptop. 

“Dari 28 handphone, sebanyak 5 hp sudah digunakan. Ada yang diberikan kepada anaknya, untuk dirinya sendiri, ada yang dijual Dan digadaikan,” tambahnya. 

Menurutnya, korban memang sudah berada selama sepekan di bumi Reog. Dia melihat situasi dan kondisi. Termasuk toko yang menjadi sasarannya. 

“Pelaku juga merupakan residivis. Cuma residivis 480 (penadah) bukan pencurian. Dihukum di lapas Banten. Selama 2 tahun hukumannya,” tegasnya. 

Setelah melakukan pencurian, pelaku langsung pulang ke rumahnya dengan menggunakan bus. Dalam perjalanan pulang, dia menjual handphone ke sopir bus. 

“Karena memang tidak punya uang untuk pulang. Dia menjual Salah satu handphone. Itu untuk ongkos bus dan perjalanan,” bebernya. 

Sampai di rumah, ada handphone yang diberikan kepada anaknya. Kemudian digadaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

“Sisanya mau dijual. Hanya saja belum sampai dijual, anggota sat reskrim Polres Ponorogo menangkapnya di rumahnya,” paparnya. 

Pelaku, kata dia, dijerat pasal 363 , ayat (1) huruf 5e KUHP. (mkr)