Pemutusan Kabel Listrik Jebakan Tikus Segera Digulirkan, Besok Distan Sosialisasi di Dukun

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Petugas dari Dinas Pertanian Gresik sedang mensosialisasikan pengendalian hama tikus di Desa Mentaras, Dukun, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda), dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepakat untuk menghentikan pemasangan jebakan tikus menggunakan setrum di area persawahan. Keseriusan itu segera ditindaklanjuti dengan pemutusan kabel listrik jebakan tikus yang akan diawali sosialisasi terlebih dulu di Kantor Kecamatan Dukun, Gresik, besok Kamis (13/2/2020).

“Secara bertahap akan kita sosialisasikan dulu dengan masyarakat, karena kalau diputus langsung berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat. Rencananya besok akan dimulai (sosialisasi) dari Kecamatan Dukun,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Gresik, Eko Anindito Putro, Rabu (12/2/2020).

BACA JUGA :  Pedagang di Pasar Milik Pemkab Gresik Boleh Operasi, Tapi Libur Bayar Retribusi

Pihaknya juga sudah koordinasi dengan PLN dan anggota  pengamat organisasi penyakit tanaman, terkait larangan memasang jebakan hama tikus menggunakan aliran listrik. “Itu ada larangan sesuai Undang-undang kelistrikan pasal 30,” tandasnya.

Kata Eko, dalam sosialisasi akan dijelaskan terkait efektifitas mengusir hama tikus tanpa aliran listrik. Sebab cara tersebut membahayakan dan sudah banyak korban jiwa akhir-akhir ini. 

BACA JUGA :  Bupati Instruksikan RSUD Ibnu Sina Tetap Layani Peserta BPJS Kesehatan

“Jadi kami tetap mensosialisasikan gerakan pengendalian hama tikus dengan rumah burung hantu (Rubuha), gotoan, emplosan dan lain-lain yang tentunya akan bersinergi dengan pihak PLN,” paparnya.

Dan, gerakan pengendalian hama tikus tanpa menggunakan setrum akan dimulai dari wilayah Gresik Utara. Tentunya secara bertahap akan berlaku di seluruh wilayah persawahan Kabupaten Gresik. (iz/nul)