Pemuda Lamongan yang Perkosa Siswi SMP 5 Kali Ternyata Sudah Nikah Siri

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Pelaku saat diinterogasi Kapolres Lamongan AKBP Harun di Mapolres Lamongan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan–Setiyono (25) pemuda asal Sambeng, Lamongan yang kini mendekam di penjara ternyata telah menikah siri dengan wanita lain. Padahal, dia telah menggauli pacarnya yang masih berusia 14 tahun itu menikah.

Tak tanggung-tanggung, buruh tani di perkebunan tebu di Lamongan itu terhitung lima kali telah menanam benihnya di janin pacarnya yang masih duduk di bangku SMP. Bukannya menikahi korban yang telah disetubuhi, pelaku malah memilih nikah siri dengan perempuan lain berinisial F.

BACA JUGA :  Pantau Pasar Baru, Pak Qosim Ingatkan Protokol Kesehatan ke Pedagang dan Pengunjung

Sementara korban yang ketahuan hamil dan melahirkan membuat orang tua meradang. Korban diketahui hanya tinggal dengan ayahnya, lantaran ibu kandung telah meninggal. Melihat orang yang menghamili anaknya telah menikah dengan wanita lain, semakin membuat orang tua meradang dan memilih membawa ke jalur hukum.

“Sebelum dilaporkan ke polisi, kedua belah pihak sudah melakukan mediasi tapi tidak menemukan solusi. Sehingga orang tua korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun, saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Jumat (19/6/2020).

Menerima laporan dari orang tua korban, polisi pun langsung melakukan penyidikan dan mengamankan pelaku. Pelaku dijerat pasal 81 ayat ( 1) dan (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman minima 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

BACA JUGA :  Bek Persebaya Arif Satria Bersyukur Lebaran Kumpul Keluarga

“Penangkapan berawal dari hasil informasi warga masyarakat serta laporan dari orang tua anak korban, petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul di rumah pelaku,” tegas Harun.

Sementara, tersangka Sutiyono di hadapan wartawan mengaku menyesali perbuatannya. Sutiyono juga meminta maaf kepada keluarga korban dan siap bertanggungjawab. “Saya menyesal dan saya akan bertanggung jawab,” aku Sutiyono. 

Perbuatan bejat Sutiyono ini dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. Pelaku yang mengenal korban dari Facebook. Usai saling kenal korban lalu dipacari dan diajak ke rumah pelaku. Alasannya korban  akan dikenalkan kepada orang tua pelaku. Bukannya dikenalkan, korban malah dipaksa diajak bersetubuh di rumah pelaku. 

Dengan cara paksa, pelaku menarik tangan korban masuk ke kamar. Pelaku merayu korban agar mau diajak berhubungan badan. Kepada korban, melaku mengatakan jika hubungannya telah direstui orang yang tua dan tinggal diresmikan saja.

BACA JUGA :  Amankan Lebaran, PLN Siagakan 3 Ribu Personel

Perbuatan pelaku itu bukan hanya sekali ini saja, pengakuan pelaku perbuatan bejat itu dilakukan sebanyak lima kali. Setiap mengajak korban berhubungan badan, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban.

“Pelaku juga mengancam akan menyebarkan aib korban yang sudah tidak perawan lagi,” kata AKBP Harun. (hen)