Pemkot Surabaya Gotong Royong Bareng Warga Fungsikan Rumah Sehat di Kelurahan

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau rumah sehat yang didirikan di tingkat kelurahan.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Pemkot Surabaya gotong royong dengan warganya fungsikan rumah sehat yang ada di kelurahan sebagai tempat isolasi warga positif covid-19. Kini sejumlah rumah sehat telah diisi pasien dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).

BACA JUGA :  Kejar Target PAD Rp 2,5 T pada Tahun 2021, Bupati Jember Genjot Kinerja BUMD

Pendirian rumah sehat di kelurahan sebelumnya sempat mendapat penolakan sebagian warga. Namun, setelah petugas Pemkot Surabaya menjelaskan dan memberikan pemahan terkait fungsinya akhirnya mereka memahami.

“Setelah disampaikan, bertemu dengan mereka, ya mereka mau, malah kerja bakti. Memang masih ada wilayah yang belum, itu berarti kita harus terus memberikan pemahaman kepada mereka,” kata Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya, Selasa (3/8/2021).

Eri menjelaskan, seluruh fasilitas yang ada di Rumah Sehat merupakan tanggung jawab Pemkot Surabaya. Oleh sebab itu, ketersediaan fasilitas mulai dari tempat tidur, obat-obatan, vitamin, dan makanan untuk warga merupakan kewajiban dari pemkot.

“Rumah Sehat kan sebenarnya punya pemerintah, jadi bednya, obatnya, vitaminnya, dan makannya ditanggung pemkot,” jelasnya.

Dikatakan Eri, warga yang memiliki gejala sedang, Pemkot Surabaya akan langsung merujuk ke Hotel Asrama Haji (HAH). Sedangkan, bagi warga yang memiliki gejala yang lebih berat, akan dilarikan ke rumah sakit maupun rumah sakit darurat yang didirikan oleh Pemkot Surabaya. Seperti, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) dan Rumah Sakit Indoor GOR Gelora Bung Tomo (RSGBT).

Eri mengaku pernah mendapat laporan ada warganya yang awalnya tidak memiliki gejala dan dirawat di rumah sehat. Namun, selang beberapa hari, warga tersebut menunjukkan gejala pilek (flu). Sehingga, warga tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kemarin ada yang ringan sudah di sana (Rumah Sehat), ternyata beberapa hari ketok sedino pilek (kelihatan sehari flu), kita bawa langsung ke HAH atau dimasukkan ke RS,” pungkasnya.(mkr)