Pemkot Malang Izinkan Salat Ied Berjamaah, Tapi Rapid Tes Dulu

Reporter : Redaksi - klikjatim

KLIKJATIM.Com | Malang – Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warga Kota Malang yang ingin menggelar salat Idul Fitri tidak dilarang oleh Pemerintah Kota Malang. Namun dengan syarat, jamaah tersebut harus mengikuti pemeriksaan rapid tes dulu.

BACA JUGA :  Jemput Pasien Positif, Anak Tokoh Desa Dibawa Kabur Keluarganya

“Rapid test wajib dilakukan jika sebuah tempat ibadah mengundang banyak kerumunan jamaah atau warga. Misalkan lebih dari 30 orang dan tak berjarak. Rapid test akan dilakukan di lokasi. Warga di tempat ibadah tersebut harus mau menjalani rangkaian rapid test,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Dikatakan, pada masa PSBB, warga yang ingin berkegiatan keagamaan disarankan dilakukan di rumah saja. Memang tidak ada larangan untuk tidak pergi ke masjid dan melakukan salat berjamaah. Hal ini pun juga tertuang dalam Permenkes No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

“Namun protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 harus dilakukan jika hendak beribadah dengan banyak orang atau berjamaah. Jadi kalau ada yang mau Salat Id, masjid harus menyiapkan sarana prasarananya seperti thermo gun, semprot antiseptik, semua mengenakan masker dan bisa di-rapid test,” jelas Wali Kota Malang.

BACA JUGA :  Karyawan Sampoerna asal Mojokerto Positif Covid-19

Rapid test sangat mungkin dilakukan di tempat ibadah yang berkerumun dalam jumlah banyak. Begitu pun jamaah yang mengikuti Salat Id secara berjamaah di masjid. Jika saat rapid test ditemukan warga yang hasilnya reaktif, maka akan jalani isolasi mandiri kemudian test swab.

“Jika hasil swab terbukti ada yang positif Covid-19, maka tempat ibadah yang menjadi lokasi ibadah warga yang positif itu akan ditutup sementara waktu sesuai protap penanganan Covid-19. Untuk alat rapid test kita juga sudah siapkan. InsyAllah juga thermo gun kita siapkan. Akan tetapi, pengelola tempat ibadah juga harus mempersiapkan ini sebagai pencegahan,” pungkas Sutiaji. (hen)