Pemkot Batu Hidupkan Kembali Sektor tanaman Hias, Saat Pandemi Bayarnya Bisa Non Tunai

Reporter : Redaksi - klikjatim

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat launching mall bunga di Desa Sidomulyo. (ist)

KLIKJATIM.Com | Malang – Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) bertekad menghidupkan kembali kota sentra tanaman hias yang menjadi jujugan wisatawan dari berbagai daerah. Semangat ini terbukti dengan di-launchingnya Mall Bunga Sidomulyo oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko sebagai sentra wisata tanaman hias untuk desa wisata, yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani bunga.

BACA JUGA :  Kejari Tolak Penangguhan Tahanan Tersangka Korupsi KPU Lamongan

Terobosan ini pun mendapat apresiasi dari Wali Kota Dewanti, karena bisa menjadikan warga Sidomulyo sejahtera meski di masa pandemi. “Saat ini kesehatan dan keselamatan jiwa adalah yang utama. Gas dan remnya harus beriringan,” ungkap Dewanti, Rabu (16/6/2021) seperti dilansir malangvoice.com.

Dia pun mengimbau, dengan keberadaaan mall ini harus tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dan juga memberi efek kesejahteraan bagi masyarakat. Khususnya bagi petani bunga Sidomulyo. “Bisnis bunga hias turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional,” jelasnya.

Karena di tengah pandemi ini permintaan justru melonjak, dan nilai bunga hias bergeser menjadi kebutuhan primer. Tingginya permintaan tanaman hias menjadi keuntungan bagi Kota Batu yang menjadi sentra tanaman hias.

Desa Sidomulyo disebut ibarat surga. Yaitu dengan memanjakan mereka yang memiliki hasrat berkebun.

“Justru tanaman hias melonjak tajam, bukan dari pertanian pangan. Tanaman hias seperti kebutuhan primer di awal pandemi. Kami tak menyangka lonjakannya membawa pada pertumbuhan ekonomi luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disparta Pemkot Batu, Arief As Siddiq menuturkan, saat ini Kota Batu juga dikenal sebagai sentra wisata bunga. Sehingga pihaknya juga hadir untuk mengembangkan Desa Sidomulyo sebagai daerah sentra bunga. Karena tanaman-tanaman hias yang diperdagangkan merupakan milik warga setempat dan mayoritas sebagai mata pencaharian petani bunga.

“Mall Bunga Sidomulyo ini seluas 5 hektar berada di Dusun Sidomulyo, Desa Sidomulyo. Kami (Disparta) menyediakan 23 unit troli agar memudahkan wisatawan membawa hasil belanjaan mereka. Ini terobosan kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Batu juga akan berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk memanfaatkan dana CSR dalam pengembangan desa wisata, yakni Bank Jatim.

Harapannya Mall Bunga ini dapat menjadi destinasi andalan, karena yang ditawarkan memiliki keunikan dan karakteristik berbeda dengan daerah lainnya.

“Di sini (Desa Sidomulyo, red) ada 17 paket daya tarik potensi andalan untuk memajukan Desa Wisata Sidomulyo. Makanya kami juga memberikan pendampingan berkesinambungan dalam meningkatkan SDM yang tak kalah pentingnya,” urainya.

Kerja sama dengan Bank Jatim ini dinilai dapat meningkatkan penjualan bunga di tengah pandemi Covid-19. Sebab wisatawan yang membeli bunga di Mall Bunga Sidomulyo tak perlu menggunakan uang tunai. Tapi mereka dapat bertransaksi dengan memanfaatkan layanan quick response code Indonesian standard (QRIS).

“Jadi pembayarannya digital. Tinggal memindai kode barcode yang telah diberikan kepada petani bunga,” tegasnya.

Di sisi lain, salah satu petani bunga Desa Sidomulyo, Sutikno menyambut baik konsep Mall Bunga Sidomulyo tersebut. Karena dinilai sangat menguntungkan warga. “Dengan adanya mall ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan kami,” katanya. (nul)