Pemkab Bojonegoro Bakal Berikan Nama untuk 106 Jalan Poros

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Sebanyak 106 jalan ruas antar kecamatan di Kabupaten Bojonegoro belum memiliki nama. Pemkab Bojonegoro kini mulai menggodok menyiapkan nama untuk ratusan jalan tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Gresik Serahkan 2.850 Paket Bantuan BPNT di Bawean

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bojonegoro, Darmawan mengatakan, seratusan lebih jalan tersebut tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

“Ratusan ruas jalan tidak bernama dan belum berstatus itu tersebar di 27 kecamatan kecuali Kecamatan Kota,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Dikatakan, di Bojonegoro ada 174 ruas jalan, 68 di antaranya telah memiliki nama. Selebihnya hingga kini belum ada nama jalannya. Pemkab Bojonegoro saat ini telah menggodok nama ruas jalan yang diusulkan dari masing masing kecamatan, tujuannya untuk memudahkan mengenal jalan dan mengetahui status jalan tersebut.

“Nanti usulan dari kecamatan, masih dikaji dan ditelaah oleh pihak tim kerja verikasi Kabupaten Bojonegoro. Kalau pemberian nama ternyata kurang elok sehingga oleh tim dikembalikan pada pihak Kecamatan,” katanya

Ia menjelaskan, penamaan ruas jalan tersebut, mengacu kepada PP No. 2 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi mendefinisikan bahwa, Rupabumi adalah permukaan bumi beserta objek yang dapat dikenali identitasnya baik berupa Unsur Alami maupun Unsur Buatan.

Darmawan menambahkan, untuk mekanisme pengusulan nama ruas jalan setelah dibahas di tingkat kabupaten dan dilakukan pengkajian, selanjutnya diajukan ke Provinsi Jatim untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut. Setelah itu hasil dari provinsi diteruskan ke persetujuan bangunan gedung (PBG), dan menunggu hasilnya baru bisa diterbitkan SK Bupati.

“ Karena lembaga PBG yang mempunyai wewenang untuk menetapkan usulan tersebut. Tentang status dan nama jalan itu akan diterapkan di jalan yang melintas antar kecamatan,” jelasnya.

Ditambahkan Darmawan, beragam latar belakang dijadikan pertimbangan dalam menentukan usulan nama jalan, salah satunya adalah histori terkait nama yang diusulkan dan estetikanya.

“Agar masyarakat dan pengguna kendaraan mengenali serta mengingat tak hanya namanya elok, tetapi juga sejarah nama yang diberikan ke ruas jalan tersebut,” pungkasnya. (mkr)