Pembunuh Pengendara Motor di Hutan Kesimen Prigen Tertangkap

Reporter : Hendrawan Syahputra - klikjatim.com

pelaku pembunuhan adalah Kholis Bigi (36) alias Paimo, warga Dusun Klabangan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Subdit Jatantras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil menangkap pelaku begal pembunuh pengendara motor di hutan Desa Kesiman, Kecamatan Prigen Pasuruan. Dalam pengungkapan ini, ternyata pembunuhan terhadap Arif Krisyanto (28) dilatarbelakangi soal asmara.

BACA JUGA :  Dua Bandit Curanmor ABG Diringkus Polres Sidoarjo

Kasubdit Jatanras Ditreskrismum Polda Jatim, Kompol Oki Ahadian mengatakan, pelaku pembunuhan adalah Kholis Bigi (36) alias Paimo, warga Dusun Klabangan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pelaku ditangkap ketika bersembunyi di sebuah padepokan di Banyuwangi.

Sebelum ditangkap, terduga pelaku melarikan diri bersama istri dan anak mereka. Selama dalam pelarian, mereka berpindah-pindah tempat. Seperti di Lamongan, Surabaya, Purwodadi, Sidoarjo, dan kota lain. Saat ditangkap, Kholis mengakui perbuatannya membunuh korban Arif Krisyanto.

“Kholis Bigi mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku melakukan itu seorang diri dengan menggunakan senjata tajam jenis berang. Motifnya dendam karena asmara,” kata Kompol Oki.

Dikatakan, penyidik terus menyelidiki kasus ini lebih dalam. Terutama juga untuk mengungkap keterlibatan SKK atau istri Kholis dalam pembunuhan itu. Apakah istri Kholis yang berinisial SKK terlibat atau tidak. “Kami masih menunggu hasil penyidikan berjalan. Karena harus dibuktikan juga apakah (SKK, Red) terlibat atau tidak,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, polisi bakal menjerat pelaku dengan pelanggaran Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Ancamannya hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” pungkas Kasubdit Jatantras Polda Jatim.

Selain Kholis Bigi dan istrinya, SKK, tim Jatanras Polda Jatim juga mengamankan M, 34, warga Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Ia ditangkap lebih dulu Selasa (8/9) sore saat berada di Dusun Karangan, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol.

Motif kejadian itu bukan begal, melainkan dendam pribadi pelaku terhadap korban. Hal ini diketahui dari penelusuran lidik dan pulbaket di lapangan. Termasuk penelusuran ahli IT melalui HP korban dan pelaku. “Motifnya dendam pribadi pelaku terhadap korban. Pelaku dendam karena korban selingkuh dengan SKK atau istrinya. Perselingkuhan itu sudah berjalan dua tahun terakhir yang akhirnya ketahuan pelaku,” terangnya. (hen)