Pembuangan Limbah Tak Segera Diperbaiki PT BJB Probolinggo Terancam Ditutup

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Wakil Ketua Komisi D Edi Paripurna (Baju Putih) saat memimpin rapat koordinasi bersama DLH Kota Probolinggo, DLH Provinsi, serta pihak perusahaan PT BJB yang membahas limbah PT BJB di Kota Probolinggo banyak dikeluhkan warga sekitar. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Komis  D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan bersama PT Berdikari Jaya Bersama (BJB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, serta DLH Provinsi Jawa Timur. Pertemuan ini dilaksanakan di Kota Probolinggo, beberapa hari yang lalu di Hotel Bromo Park.

Pertemuan ini digelar terkait laporan surat terbuka yang ditulis warga Kota Probolinggo, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur pada tanggal 14 Juni 2020 tentang limbah pabrik yang bau menyengat yang dihirup anak-anaknya setiap hari. “Kami kesini ingin mencari data terkait laporan tersebut kepada DLH Kota Probolinggo dan perusahaan PT BJB terkait keluhan bau menyengat dari pabrik tersebut,”ujar Wakil Ketua komisi D DPRD Jatim, Edy Paripurna ditemui usai rapat di Hotel Bromo Park, Kota Probolinggo.

BACA JUGA :  Warga Balongpanggang Gresik Paksa Pulang Jenazah PDP

Oleh karena itu, pihak komisi D DPRD Jatim meminta pemilik pabrik melakukan perbaikan pengelolaan limbah pabriknya.  “Fakta yang terjadi, pabrik pengolahan limbah telah menimbulkan bau busuk dan warga resah. Maka, ini harus diperbaiki,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim untuk melakukan kajian atas kandungan limbah tersebut. Tujuannya untuk mengukur tingkat polusi sebagaimana keluhan warga.  “Sambil menunggu hasil itu (Kajian), pabrik juga harus melakukan perbaikan. Minimal dalam waktu dua minggu. Kalau tidak, kami di DPRD bisa merekomendasikan sanksi berupa pencabutan izin dan penutupan pabrik,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengecek semua izin operasional pabrik, terutama izin dampak lingkungan. Ini untuk memastikan apakah pabrik tersebut sudah sesuai aturan atau tidak. “Tadi pas rapat memang disampaikan, tetapi bukti fisiknya tidak ada. Ini akan kami cek,”ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Jatim lainnya, H. Samwil menyebut ada banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan PT BJB, di antaranya transporter yang tidak berizin. “Yang diolah ini jenis limbah B3. Mestinya transportasi yang digunakan untuk mengangkut itu kendaraan khusus, dan itu ada izinnya dari lingkungan hidup,” katanya.  

Khusus mengenai bau busuk, Samwil menduga ada yang tidak beres dalam pengolahannya. Sebab, di Kabupaten Gresik juga ada pabrik serupa, tetapi tidak menimbulkan bau.  “Karena itu, ini harus diselesaikan. Kasihan masyarakat. Udara harus bersih, bau busuk harus hilang. Kalau tidak, kami akan merekomendasikan kepada P2T (Pelayanan Perizinan Terpadu) agar pabrik ditutup,” kata politisi Partai Demokrat ini.

BACA JUGA :  Khofifah Turun Gunung, Bagi Masker dan Edukasi Pengunjung Mall

Sementara itu, Direktur PT BJB Yuwie menglaim telah memenuhi semua persyaratan dan perizinan pabrik. Bahkan, pihaknya juga rutin mengukur baku mutu limbah secara berkala. Namun, hasilnya belum selesai.

“Untuk menghilangkan bau 100 persen jelas tidak mungkin. Tetapi, selama ini kami sudah meminimalisasi bau itu,” ujarnya.

Diketahui, limbah PT BJB di Kota Probolinggo banyak dikeluhkan warga sekitar. Bahkan, mereka juga memprotes dan meminta pemerintah menutup pabrik tersebut. Selama ini PT BJB mengolah limbah oli (oli bekas) untuk dijadikan bahan bakar diesel kapal dan alat berat. (hen)