Pembangunan Tebing Pucem Gresik Hanya Dianggarkan Rp 9 Miliar

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kondisi longsor Pucem yang kian membahayakan saat musim hujan. (Faiz /klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Pembangunan tebing di kawasan Putri Cempo (Pucem) Kabupaten Gresik telah dianggarkan dalam APBD 2022. Namun, anggaran yang dipatok hanya Rp 9 miliar. Padahal, pembangunan tebing tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 36 miliar.

Pantauan di lapangan, longsoran di tebing Pucem tidak hanya berada di bawah makam, namun kini sudah meluas hingga ke bawah atau menyisir tebing tersebut. Bahkan meluas ke sekitar Cafe di kawasan itu yang kian membahayakan. Tampak area longsor dilapisi terpal untuk meminimalisir agar air selama musim hujan mengalir lancar ke bawah. Namun upaya itu tak mampu menahan longsoran.

Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, anggaran penanganan Pucem tahun ini adalah Rp 9 miliar. Namun dirinya menilai anggaran itu masih kecil. Mengingat, berdasarkan perhitungan dari kondisi di lapangan, untuk mengatasi Pucem itu setidaknya perlu anggaran sebesar Rp 36 miliar.

“Itu tidak bisa setengah-setengah, karena lokasi longsor luas dan juga kondisi lapangan yang ekstrim. Kalau dikerjakan setengah-setengah tidak akan maksimal,” ucapnya, Jumat (14/1/2022). 

Pihaknya mencontohkan plot anggaran yang ada untuk penanganan Pucem di tahun-tahun sebelumnya. Anggaran selalu tidak terserap dikarenakan terlalu kecil. “Harus ada keberanian dari dinas untuk alokasi dana disana,” tegas Hamdi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Achmad Hadi mengatakan, penanganan longsor di kawasan Pucem sudah diprogramkan di tahun anggaran 2022 ini. Pihaknya mentargetkan pada triwulan pertama ini pelaksanaan finalisasi Detail Engineering Design (DED) yang berarti konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) dan proses lelang bisa diselesaikan.

“Kalau itu lancar, pekerjaan konstruksi bisa dimulai pada triwulan kedua dan bisa selesai di tahun ini. Karena kawasan itu juga sudah parah longsornya,” ucapnya, Jumat (14/1/2022). 

Perlu diketahui, tebing di kawasan Pucem itu sejak 2018 lalu belum juga mendapat penangangan. Sejak 2018 itu longsoran hanya terjadi di sisi tebing saja. Akses jalan masih bisa dilalui.

Pada 2021 lalu, tepatnya di bulan Februari, longsoran di tebing Pucem itu meluas hingga akses tertutup total. Bahkan longsoran itu hingga menggerus pondasi rumah-rumah warga sekitar.