Pelaku Utama Pembunuhan Mayat di Tol Gresik Tertangkap

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan penangkapan pelaku utama pembunuhan mayat di tol Kebomas. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pelaku utama pembunuhan mayat Tol Kebomas waktu lalu, (28/12/2019) diringkus oleh jajaran kepolisian Resort Gresik, Selasa (14/4/2020).

Tersangka bernama Jebpar (39) warga Dusun Oro Timur, Desa Bunten Timur, Kecamatan Bunten Timur, Kabupaten Sampang itu adalah satu dari lima DPO. Empat lainnya masih dalam pencarian yakni Mahrudin, Abdul Wafi, Mad Rubet, dan Mad Ribut.

Pelaku utama ini merupakan suami dari perempuan yang diselingkuhi dan dihamili korban Muhammad Mulla alias Mad Mola (34) Dusun Kembang Timur, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabuoaten Sampang. Mayat korban ketika itu dibuang di Pintu Tol Kebomas, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, setelah dilakukan upaya penyelidikan, pelaku yang menjadi tersangka ini bersembunyi di Kediaman kakaknya di Kabupaten Pamekasan.

“Setelah tersangka kembali ke Sampang, Polisi yang sudah mengantongi daftar DPO langsung mengamankan tersangka Jebpar ke Mapolres Gresik,” kata Kusworo saat pres conference di Halaman Mapolres Gresik melalui online.

[irp]

Akpol tahun 2000 itu mengatakan, mayat sebelumnya dicekik lehernya dengan tali tampar yang merupakan punya tersangka utama ini.

“Ketiga tersangka sudah diamankan, empat lainnya masih DPO,” ujarnya.

Dan untuk modusnya, tersangka utaman ini bersama enam kawannya mencari keberadaan Muhammad Mulla alias Mad Mola. “Kemudian korban yang juga residivis narkotika ini diajak masuk dalam mobil Toyota Avanza warna hitam dan dibunuh di dalam mobil dengan menjerat leher dengan tali tampar warna biru yang telah disiapkan sebelumnya. Dan kemudian dibuang di Pinggir Jalan Tol Kebomas KM 16.400 Kecamatan Kebomas, Gresik,” pungkas perwira dengan dua melati di Pundaknya.

[irp]

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Adapun barang bukti yang diamankan, beberapa pakaian baju dan sarung korban, Satu utas tali tampar biru, satu kantong kain berisi keris, siung gading, kertas bertuliskan arab gundul, batu akik, uang logam, empat Hp merk Samsung, Oppo, dan Nokia, mobil Toyota Avanza Tahun 2018 warna abu – abu metalik Nopol B 2903 UKN dan satu lagi mobil Toyota Avanza Veloz Tahun 2012 warna hitam Nopol M 1838 VK. (bro)