Pelajar MI Poemusgri Gresik Kampanyekan Gerakan Pungut Sampah di Bandar Grisse Pada Momen Hari Pahlawan

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Ratusan Murid MI Poemusgri memunguti sampah di area Wisata Heritage Bandar Grisse Gresik (Dok/MI Poemusgri for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Meneladani pahlawan bangsa bisa dilakukan dengan bermacam cara. Salah satunya seperti yang dilakukan siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah atau MI Poemusgri Gresik, bersama para guru ratusan pelajar MI Poemusgri mengampanyekan gerakan pungut sampah (GPS).

Dengan berjalan kaki dari jalan Kyai Kholil hingga jalan Basuki Rahmat, mereka memunguti sampah yang tercecer di tempat umum dan kawasan wisata heritage Bandar Grisse Kabupaten Gresik, Kamis (10/11/2022) tepat pada momen Hari Pahlawan.

Baca juga: Kick Off Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Gresik Sasar 122.335 Anak

Kepala Sekolah MI Poemusgri Gresik Aunur Rofiq menyampaikan, sejatinya gerakan pungut sampah (GPS) telah dipraktekkan di lingkungan sekolah, sebelum dan sesudah jam pelajaran.

“Bukan hanya murid, tapi seluruh warga sekolah wajib membersihkan sampah di sekitarnya saat masuk dan akan pulang sekolah,” kata Rofiq.

Nah dalam momen Hari Pahlawan ini, lembaga pendidikan MI Poemusgri ingin meluaskan kepedulian akan kebersihan dan cinta lingkungan diluar lingkungan sekolah.

“Bahwa tidak hanya di sekolah, tapi siswa juga wajib menjaga lingkungan di luar sekolah. Selain itu kami juga ingin mengajak publik lebih peduli pada lingkungan,” ujar dia.

Dalam menyusuri jalanan itu, terlihat siswa memunguti sampah yang ada di jalan, kemudian dimasukkan ke dalam kantong sampah besar.

“Di kelas juga disediakan tempat sampag sesuai jenis sampah, yang bisa didaur ulang atau tidak,” imbuh Rofiq.

Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Kodim Bojonegoro Adakan Lomba Tahfidz

Dengan mengenakan pakaian khas daerah dan tema kepahlawanan, para siswa MI Poemusgri juga menampilkan drama kolosal pertempuran 10 November yang legendaris itu setalah memunguti sampah.

“Tujuannya untu menanamkan karakter keteladanan pengorbanan pahlawan untuk dipraktekkan dalam konteks saat ini,” tutup Rofiq. (yud)

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *