Paus Terdampar di Madura, Ditemukan Ada Bagian Tubuhnya Terpotong Bahkan Gigi dan Sirip Hilang

Reporter : Redaksi - klikjatim

Proses penguburan ikan-ikan paus yang terdampar dan mati di perairan pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura pada Sabtu (20/2/2021) kemarin. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sebanyak 51 ikan paus pilot dari 52 ekor ikan yang terdampar di perairan pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, Pulau Madura telah mati dan sebagian besar dikubur pada Sabtu (20/2/2021) kemarin. Dalam proses penguburan ini dibantu banyak pihak, termasuk dari warga sekitar yang juga dihadiri oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, relawan dan pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Modung, serta akademisi dari FKH Unair.

BACA JUGA :  Mokong Langgar Jam Malam Saat Tahun Baru, Toko Swalayan di Sidoarjo Ditutup Paksa Hingga Sanksi Denda

Namun belakang terungkap ada satu bangkai ikan paus, yang ditemukan sudah tidak utuh alias terurai di bibir pantai Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura.

Seperti dilansir cnnindonesia.com pada Minggu (21/2/2021) menyebutkan, daging ikan paus yang mati terpotong-potong. Bahkan pada bagian sirip, ekor, dan gigi ikan sudah hilang. Adapun tempat ini berjarak tiga kilometer dari lokasi puluhan paus yang ditemukan terdampar di pantai Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

Dari informasi Balai BKSDA Provinsi Jawa Timur yang diterima, kejadian pemotongan bagian tubuh paus tersebut sudah berlangsung kali kedua. Pertama, ada warga yang sempat mengambil di lokasi terdampar tapi akhirnya dikembalikan. Dan kedua, tubuh paus jauh dari kawanan yang terdampar dengan kondisi sudah terpotong-potong.

“Entah apa maunya warga memotong dan mengambil bagian daging paus. Padahal tidak ada nilai rupiah yang bisa menguntungkan. Kemungkinan mereka ingin mengabadikan kejadian langka ini dengan mengambil bagian tubuh paus,” kata Kabid KSDA Wilayah II KSDA Jawa Timur, Wiwied Widodo Sabtu (20/2/2021).

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa tindakan memotong bagian daging paus meski sudah mati adalah perbuatan melanggar aturan. Pasalnya ikan paus termasuk binatang laut yang dilindungi.

“Mending tidak usah melakukan hal ini, karena paus termasuk hewan dilindungi. Kalau sengaja, bisa dipidana lima tahun,” terangnya.

Selanjutnya perlu diketahui, ikan-ikan paus pilot tersebut diduga terdampar akibat cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang tinggi di selatan Jawa dalam beberapa hari terakhir. Paus pilot yang merupakan genus Globicephala adalah satu dari dua spesies paus kecil bergigi ramping dari keluarga lumba-lumba Delphinidae. Paus pilot memiliki ciri dahi bulat yang menonjol, moncong pendek seperti paruh, dan sirip runcing yang ramping.

Dari 52 ikan paus pilot yang terdampar, hanya satu ekor dapat bertahan dan dikembalikan lagi ke laut lepas. (nul)