Pastikan Proyek Terealisasi, Ketua DPRD Pasuruan Sidak Proyek Jalan Desa

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan bersama Dinas Bina Marga sidak ke lokasi proyek (Didik/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Pasuruan – Selama lima belas tahun tidak “tersentuh” perbaikan. Jalan penghubung dua Kecamatan Tutur -Puspo akhirnya mendapat perhatian dari Pemkab Pasuruan. Untuk memastikan proyek terealisasi dan sesuai progres. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (27/9/2021).

BACA JUGA :  Kunjung ke PDP Kahyangan Kebun Gunung Pasang Panti, Bupati Jember : Wes Wayahe Bangkit

“Saya bersama PU Bina Marga datang ke lokasi proyek jalan desa, hanya untuk memastikan progres pekerjaan sampai dimana,” kata Ketua Dewan disela-sela sidak bersama staf PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan.

Pria yang kerap disapa Mas Dion ini mengungkapkan, selama 15 tahun jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut luput dari perhatian pemerintah setempat. Sampai akhirnya, pemerintah setempat mengalokasikan dana Rp 721 juta untuk pembenahan jalan.

Mas Dion mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan proyek pengerjaan jalan yang digunakan oleh banyak masyarakat untuk aktivitas ini sudah dibangun.

“Jangan sampai luput dari perhatian pemerintah lagi. Pekerjaan proyek jalan ini untuk kepentingan hajat orang banyak,” imbuhnya.

“Saya ingin memastikan bahwa proyek ini dikerjakan tepat waktu. Karena, setelah saya lihat langsung lokasinya, memang sudah selayaknya dibenahi,” lanjut dia.

Mas Dion menerangkan, pembangunan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia berharap pembangunan jalan tersebut bisa segera diselesaikan, sesuai target.

“Targetnya 3 bulan. Saya tekankan Dinas untuk benar – benar melakukan pengawasan saat pengerjaan proyek, agar sesuai spesifikasi dan target,”ungkap dia.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Listiani memaparkan pengerjaan ini akan berlangsung 3 bulan.

“Rinciannya, 1 kilometer akan memakai lapen, dengan lebar 4 meter, sedangkan yang 400 meter hotmix dengan lebar 3 meter,” urainya.

Jalan penghubung Kecamatan Tutur-Puspo melalui Desa Kalipucang-Andonosari sempat viral. Bahkan, warga menyebutnya jalan tersebut “jeglongan sewu”. Apalagi saat musim penghujan tiba banyak pengendara motor yang jatuh tergelincir. (bro)