Pasar Tradisional PPS Batal Ditutup

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Tampak pasar tradisional di PPS Manyar, Gresik dari kejauhan. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Rencana penutupan sementara aktivitas pasar tradisional di Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar, Gresik telah dibatalkan. Sedianya kabar penutupan ini akan dimulai besok pagi, Rabu (25/3/2020). Namun PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP) selaku pengelola perumahan menjamin akan menerapkan protokol kesehatan, sehingga aktivitas di pasar tersebut diputuskan tetap buka.

“Ya senang sekali gak jadi ditutup, karena masyarakat perumahan PPS dan sekitarnya selama ini belanja dari pasar ini. Kalau kami disuruh tutup lantas kami mau nyari ke mana,” ucap Liana (38), warga sekitar yang sempat ditemui klikjatim.com, Selasa (24/3/2020).

BACA JUGA :  4 Pesantren Terima Bantuan Modal Pengembangan Koperasi dari Pemprov Jatim

Ungkapan senada disampaikan salah satu pedagang di pasar setempat yang enggan menyebutkan namanya. Dijelaskan, alasan rencana penutupan ini karena merebaknya virus corona atau Covid-19.

Kemudian diperkuat adanya imbauan Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Gresik agar para pedagang berhenti sementara untuk jualan. Dan, surat tertanggal 23 Maret 2020 itu ditempel pada bagian area pasar.

“Tapi untungnya gak jadi ditutup. Karena kata pencaharian kami hanya dari pasar ini, dan bisa susah kalau beneran jadi ditutup,” menurutnya.

BACA JUGA :  Melebihi Batas Dukungan, Faida-Vian Lolos Sebagai Cabup-Cawabup Jember Independen

Sementara itu, Direktur Utama PT BLP, Rahmat Ridlo mengakui bahwa pihaknya telah menerima surat edaran yang berisi imbauan dari pemerintah setempat. “Setelah kami pelajari dan melakukan koordinasi bersama dinas terkait serta perangkat desa setempat, akhirnya sepakat pasar tetap buka dengan catatan para pedagang wajib menggunakan masker,” jelas Ridlo.

Bahkan, untuk menciptakan pasar sehat dan bersih telah dilakukan bersih-bersih pada Selasa sore tadi. “Kami bersihkan agar besok pagi ketika pasar kembali dibuka kondisinya bisa lebih sehat dan terlihat rapi,” tambah Syaifudin, seorang penjaga di pasar setempat. (iz/nul)