Pasar Sidowungu Ditutup, Pedagang Ayam Protes

Reporter : Abdul Aziz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – Penutupan Pasar Sidowungi, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik diprotes para pedagang ayam. Tidak hanya pedagang Tim Satgas pencegahan bencana non alam pandemi Corona atau Covid-19 Desa Sidowungu Kecamatan Menganti, juga menyesalkan penutupan itu.

BACA JUGA :  Gresik Terima Bantuan Sembako dan Dana Rp 22 M

Sebelumnya Dinas Perindustrian Perdagagan dan Koperasi Kabupaten Gresik menutup pasar tersebut. Penutupan dilakukan setelah sejumlah pedagang ayam di pasar tersebut positif Covid-19. Kemudian Pemkab Gresik menetapkan pasar Sidowungu sebagau klaster baru penyebaran Covid-19.

Tim Satgas Covid-19 Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Fathul Arif mengatakan, pernyataan kontroversi juru bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu telah memicu keadaan semakin tidak kondusif di masyarakat.

Di mana telah menentukan kluster baru di wilayah Gresik, satu di antaranya kluster pedagang pasar ayam Sidowungu, Kecamatan Menganti Gresik. Menurut Arif, fakta lapangan penambahan 4 orang reaktif Covid-19 merupakan satu keluarga yang tertular dari kluster Pasar Simo Surabaya.

Hal ini ditemukan saat Tim Satgas pencegahan bencana non alam Covid-19 Desa Sidowungu bersama Kepala Kesehatan Desa Sidowungu, yang telah menemukan tracking penularan keluarga tersebut dari kluster Pasar Simo Surabaya.

BACA JUGA :  Air Asia Layani 3 Penerbangan Rapatriasi ke Filipina
Hasilnya telah dilaporkan ke UPT Dinas kesehatan Kecamatan Menganti. “Kami selaku anggota Satgas Covid-19 Desa Sidowungu, sangat kecewa dan merasa dirugikan terhadap pernyataan juru bicara Tim Satgas Kabupaten Gresik. Mengingat dari pernyataan tersebut berakibat penolakan dan pelarangan pedagang ayam Desa Sidowungu di beberapa daerah. Bahkan kami telah dianggap sebagai pembawa virus Corona dan tidak boleh berjualan ayam,” kata Arif.

Menurut Arif, hal yang membuat tidak percaya adalah adanya surat untuk penutupan pasar ayam, karena dianggap sebagai tempat kluster penularan pandemi Covid-19. Akibatnya, ekonomi masyarakat khususnya pedagang ayam menjadi terpuruk.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan perindustrian perdagangan Kabupaten Gresik, Agus Budiono mengatakan, Pasar Sidowungu Kecamatan Menganti sudah ditutup, sebab daerah wilayah desa tertular. “Wilayah desa tertular dari Surabaya. Karena berdagangnya di pasar Simo Surabaya,” kata Agus.

Diketahui, data di Humas Pemkab Gresik, pada Kamis (21/5/2020), jumlah positif Covid-19 ada penambahan sebanyak 27 orang. Tambaha 27 konfirmasi positif ini berasal dari kluster Surabaya, kluster Sampoerna, kluster pedagang ayam Sidowungu dan kluster Pabean

Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi menjelaskan, tambahan positif dalam jumlah besar ini merupakan upaya dalam menyelesaikan kluster-kluster besar yang ada di Gresik. “Mudah-mudahan mulai besok penambahan bisa landai,” kata dia. (hen)