Para Pemuda Banyuwangi Gotong Royong Bersihkan Sampah, Terima Kasih!

Reporter : Apriliana Devitasari - klikjatim.com

Aktivitas para pemuda di Banyuwangi saat melakukan bersih-bersih sampah. (ist)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Dukungan warga Banyuwangi dalam upaya pelestarian dan kebersihan lingkungan di kawasan situs Geopark Ijen patut diapresiasi. Paslanya mereka turut bergotong royong bersih-bersih sampah. Bahkan dalam beberapa kesempatan dari berbagai komunitas juga aktif melakukan langkah positif untuk memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan situs.

[irp]

Seperti yang terlihat pada kegiatan Beach Clean Up di Geosite Pantai Grajagan, pada 13 Desember 2020. Ada sebanyak 169,69 kilogram sampah yang didominasi sampah laut berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut.

Perlu diketahui, Geosite Pantai Grajagan merupakan bagian dari Situs Geopark Ijen. Geopark Ijen menaungi 24 situs yang terdiri atas 13 geological site, empat biological site dan tujuh culture site.

Untuk geological site di antaranya Gunung Ijen, Pulau Merah,TN Alas Purwo, Grajakan, GWD dan Teluk Ijo. Lalu biological site terdiri dari Sukamade, Savana Sadengan, Telukpangpang dan kawasan Erek-erek di Gunung Ijen. Sedangkan cultural site meliputi Kemiren, Macan Putih dan Umpak Songo.

Saat ini Geopark Ijen ditetapkan sebagai geopark nasional sejak 2018, yang sedang diusulkan masuk menjadi UNESCO Global Geopark oleh pemerintah pusat.

Salah satu anggota Badan Geopark Ijen, Fikli Perdana Kusumo mengatakan, kegiatan Sunday Beach Clean Up dilakukan untuk mensosialisasikan kepada warga, tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan di Area Situs Geopark. Khususnya kepada pengelola setempat.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk terus meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan, juga kelestarian lingkungan area Geopark. Terutama ke pengelola wisata yang telah mendapatkan manfaat dari berlangsungnya kegiatan pariwisata di area situs tersebut,” ujar Fikli.

Dia melanjutkan, kegiatan Sunday Beach Clean Up diikuti oleh 40 peserta yang tergabung dalam Forbis (Forum Bebas Sampah Banyuwangi). Forbis sendiri terdiri atas sejumlah komunitas daerah yang berasal dari beragam latar belakang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyambut baik inisiatif komunitas daerah tersebut. Karena mereka juga ikut melakukan upaya pelestarian lingkungan dan kebersihan di sejumlah area situs Geopark Ijen. 

“Kami berterima kasih atas kepedulian dari komunitas daerah terhadap pelestarian kawasan ini. Keberadaan Geopark Ijen sendiri merupakan salah satu cara Banyuwangi untuk mempertahankan keberagaman hayati (biodiversity) dan cultural diversity di daerah,” ujar Anas. (nul)