Pantat Bu Dosen di Malang Diremas Pengendara Cabul

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

Di jalan dalam komplek Perumahan Sigura-gura inilah korban diremas pantatnya oleh pengendara cabul.

KLIKJATIM.Com | Malang – Seorang dosen perempuan salahsatu perguruan tinggi di Malang menjadi korban pelecehan seksual. Pantat dosen tersebut diremas oleh pria pengendara sepeda motor Honda Vario warna putih di komplek Perumahan Taman Sigura-gura Jl Sunan Muria, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru Malang, Rabu (25/6/2020) lalu.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Siapkan 6 Paket Wisata di Wilayah Tapal Kuda

Kejadian ini sempat viral di sosial media warga Malang, karena aksi pelaku terekam CCTV milik salahsatu warga perumahan. Menurut Nurhadi, Ketua RT 4 RW 7 Perumahan Sigura-Gura, pelecehan itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu korban sedang berjalan sendirian setelah pulang dari kampus. Korban pulang dengan jalan kaki sendirian.

“Ketika berjalan santai tiba-tiba ada orang asing yang mengendarai motor Honda Vario putih meremas pantat korban. Kejadiannya terekam CCTV, tetapi nomor motornya tidak jelas karena buram,” ujar Nurhadi.

Dari rekaman CCTV usai meremas pantat korban, pelaku langsung kabur ke arah Jalan Raya Candi. Dipastikan bahwa pelakunya bukan orang sekitar. Karena kalau warga sekitar, pastinya langsung diketahui. Nurhadi meminta kepada warga perumahan jangan sampai berjalan sendirian, baik itu laki-laki atau perempuan. “Hati-hati kalau mau keluar rumah. Terutama di atas pukul 17.00 wajib ada yang menemani,” pesan dia.

BACA JUGA :  Khofifah Puji Kelengkeng Lumajang Ini Kualitasnya Premiun dan Terbaik

Suami korban berinisial kepada wartawan mengaku sudah melaporkan kejadian pelecehan seksual terhadap istrinya ke polisi. “Istri saya masih trauma. Kami barusan lapor ke polisi,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polresta Makota, AKP Azi Pratas Guspitu mengonfirmasi, Polresta Makota akan menyelidiki lebih lanjut terkait kasus ini dari CCTV yang ada. “Kami sudah ke TKP. Kasus ini harus diselidiki karena meresahkan masyarakat, dan kasusnya juga tidak hanya kali ini saja,” tuturnya. (hen)