Panen Raya, Harga Gabah di Lamongan Anjlok

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Warga sedang menjemur gabah usai dipanen.

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Harga gabah di wilayah kabupaten Lamongan mengalami penurunan justru saat musim panen tahun ini. Diketahui, harga gabah kering panen (GKP) mengalami penurunan harga yang cukup besar di kisaran 3.700 hingg 3.800 rupiah per kilogramnya, dari harga seb|yang 4.100 sampai 4.200 rupiah perkilogramnya.

BACA JUGA :  Selidiki Dugaan Keracunan Massal di Magetan, Polisi Mulai Ambil Sampel Sisa Makanan

“Sekarang ini, panen raya, namun harga gabah petani semakin hari semakin turun. Tentu kami kecewa karena panen sudah ditunggu selama tiga bulan, hasilnya juga untuk bayar utang pupuk dan segala macam,” tutur Hariyanto salah satu petani di kecamatan Sarirejo.

Menurutnya, hal itu salah satunya disebabkan gabah hasil panen tak kunjung diserap Bulog, sehingg petani terpaksa menjual ke tengkulak.

“Harga gabah juga anjlok jauh di bawah HPP dari pemerintah, seharusnya Bulog juga mulai menyerap gabah dari petani, sehingga harganya bisa stabil,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kecamatan Tikung Sawin menyebutkan, harga gabah sawah kering panen sebelumnya mencapai kisaran antara Rp 4.100 per kg hingga Rp4.200 per kg. Sekarang turun harganya, cuma Rp 3.700 per kg hingga Rp3.800 per kg nya, ada penurunan harga yang lumayan besar memasuki panen pertama saat ini.

Dijelaskannya, wilayah kecamatan di Lamongan yang sudah panen pada tahap pertama musim ini diantaranya adalah Kecamatan Sarirejo, Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame dan Modo. Masa panen sudah mulai berlangsung satu minggu ini, terutama di wilayah Lamongan bagian barat dan selatan. Waktunya juga tidak terlalu berbeda dengan wilayah lainnya.

“Kualitas gabah hasil panen petani saat ini juga tergolong masih bagus, namun sayangnya harganya yang cenderung turun. Bukan sebaliknya, ada kenaikan harga. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, harga gabah cenderung turun pada awal masa panen pertama, dan akan berangsur naik ketika sudah tidak ada musim panen,” bebernya.

Sawin pun menyebut, berdasarkan informasi dari petani, penurunan harga tersebut terjadi dikarenakan penyerapan atau pembelian gabah oleh Bulog belum berjalan maksimal. 

Pihaknya juga khawatir harga gabah di tingkat petani nantinya makin terpuruk ketika memasuki panen raya yang diperkirakan akan berlangsung pada bulan Maret ini dan April mendatang.

“Mudah-mudahan Bulog secepatnya bisa menyerap gabah petani pada musim panen tanam pertama saat ini, agar harga gabah bisa stabil sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) supaya tidak makin terpuruk. Besaran HPP yang ditetapkan dalam Permendag 24/ 2020 kan jelas, yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 4.200 per kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.250,” harapnya. (mkr)