Pandemi Covid, Permintaan Ikan Hias di Kediri Meningkat

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

Ikan cupang banyak diminati penggemar ikan hias dan menjadi andalan pembudidaya ikan hias di Kediri

KLIKJATIM.Com | Kediri – Sejumlah pembudidaya ikan hias di Kabupaten Kediri merasakan dampak positif dari pandemi Covid-19. Selama masa pandemi, permintaan ikan hias dari konsumen naik hingga 4 persen. Kenaikan itu dipicu aktifitas masyarakat yang lebih banyak di rumah membuat mereka bosa dan mengalihkan perhatian ke ikan hias.

BACA JUGA :  Lihat Avanza Goyang, Ada Pasangan Mesum, Digerebek Satpol PP Tinggalkan Kondom Bekas Pakai

Saat ini sentra ikan hias di Kabupaten Kediri tersebar di banyak tempat. Untuk jenis ikan cupang paling banyak di wilayah Ngadiluwih. Lainnya bisa ditemukan di Gurah, Kras, Kandat, dan terbaru di Paron, Ngasem. Sementara ikan komet banyak ditemukan di Desa Canggu, Kecamatan Badas. Seddangkan ikan koi di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Kediri Nurhafid mengatakan, kenaikan permintaan ikan hias di tingkat budidaya bisa sampai 4 persen. Padahal awal awal pandemi dulu, justru merosot hingga 15 persen. Sebab, saat itu jalur transportasi ke luar daerah yang ditutup membuat mereka tidak bisa melakukan pengiriman.

Namun setelah pembatasan sosial dikurangi, permintaan itu meningkat. Sebab, masyarakat yang menghabiskan waktu di rumah dan sibuk melakukan kegiatan bermanfaat dengan memelihara ikan hias. Hingga kini ikan hias jenis cupang menjadi ikan hias yang paling banyak diminati. Disusul ikan hias jenis lain yaitu ikan guppy, komet, koi, dan jenis lainnya. “Ikan cupang atau betta memang jadi ikan yang paling banyak peminatnya karena harganya yang terjangkau,” jelas Nurhafid.

Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mencatat, total produksi ikan hias di Kabupaten Kediri mencapai 308 juta ekor per tahun. Dari jumlah tersebut, paling banyak adalah ikan cupang yaitu sebesar 101 juta ekor ikan per tahun. Disusul ikan komet 77 juta ekor per tahun dan ikan koi sebesar 70 juta ikan per tahun. “Sisanya dari jenis ikan hias lainnya,” jelas Nurhafid saat dihubungi melalui gawainya kemarin.

BACA JUGA :  Demi Efisiensi, Lion Air Group Potong Gaji Karyawan

Di pasaran, ikan yang memiliki bentuk warna warni ini di kisaran harga Rp 3 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Selain itu, kelebihan dari ikan ini karena bentuknya yang unik dan warnanya yang menarik sehingga memberikan sensasi sendiri bagi para pemelihara ikan ini. Mahal murahnya harga tergantung dengan jenis ikan. Bentuk yang unik dan warna yang menarik serta jenisnya yang baru biasanya harganya cenderung tinggi.

Yang menarik, potensi ikan hias di Kabupaten Kediri sangatlah besar. Semuanya sudah diperhitungkan di tingkat internasional. “Ikan-ikan hias dari Kabupaten Kediri memang tidak pernah absen mengikuti kontes-kontes di tingkat nasional hingga internasional. Sehingga semuanya sudah terkoneksi,” pungkasnya. (hen)