Pandemi Covid-19, Potensi Gizi Buruk dan Stunting Pada Anak Tetap Harus Dipantau

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Kediri–Ketua TP-PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak mengatakan penimbangan badan dan pengukuran lingkar kepala pada anak menjadi salah satu langkah awal untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat.

BACA JUGA :  PWNU Jatim Berikan 1000 Beasiswa S1 di Lima Perguruan Tinggi Negeri

Tak hanya itu, kata dia, lewat langkah itu juga bisa untuk mendeteksi awal apakah ada potensi gizi buruk atau stunting pada anak. Menurutnya, perkembangan gizi dan tumbuh kembang seorang anak tidak bisa lagi ditunda akibat pandemi Covid-19.

“Setiap detik, menit dan hari proses tumbuh kembang anak harus dipantau. Mulai dari berat badan hingga tinggi anak berdasarkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” ujar Arumi, Selasa (23/2/2021).

Untuk itulah, para orang tua baik ayah dan bunda harus mengetahui pentingnya perkembangan seorang anak agar mengetahui apakah anak mereka masuk kategori gizi buruk atau stunting. Jika ditemukan dua hal tersebut, maka posyandu akan memantau dan melakukan pendampingan secara berkala kepada anak agar gizi anak bisa kembali sehat.

“Pertumbuhan anak kita tidak bisa ditunda juga tidak bisa dihentikan. Jadi terus berkembang setiap detiknya. Bahkan, usia emas tumbuh kembang anak terjadi pada usia 0-2 tahun,” terangnya.

Arumi menyebutkan, bulan timbang biasanya dilakukan pada dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus. Untuk itu, ia berharap di momen bulan timbang kali ini, anak-anak Jatim semakin sehat dan tidak ada yang masuk kategori gizi buruk.

Menurutnya, penimbangan adalah langkah awal dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Penimbangan yang rutin dilakukan setiap bulan bertujuan untuk mengetahui atau mendeteksi dini apakah bayi/balita dalam kondisi sakit atau tidak. “Termasuk apakah sudah mendapatkan kelengkapan Imunisasi dan mendapatkan penyuluhan gizi,” katanya.

Sementara pada kesempatan ini, Arumi juga memuji serta mengapresiasi pelaksanaan Posyandu yang diterapkan di Posyandu Semangka Desa Brenggolo, Plosoklaten dan Taman Posyandu Sentosa di Kabupaten Kediri.

Kedua posyandu tersebut dinilai telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di masa pandemi Covid-19 dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Saya gembira melihat semua ibu yang datang dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya dan orang tua serta anak wajib menggunakan masker bahkan face shield setibanya di posyandu,” tandasnya. (mkr)