Pamit Bersepeda, Pelajar di Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Suasana rumah duka korban

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Seorang pelajar bernama Akmal Abiszar Firdaus dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Maguwan, Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Minggu (28/11/2021).

[irp]

“Kejadiannya pagi tadi. Sekitar pukul 06.30 WIB,” ujar Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno, Minggu sore.

Dia menerangkan awalnya korban pamit kepada orang tua bersepeda bersama 7 temannya satu lingkungan. Orang tua korban mengijinkan karena memang setiap hari Minggu korban biasa bermain bersama teman-temannya.

“Ya diijinkan karena hal lumrah. Setiap Minggu memang sering bersepeda bersama, ” katanya.

Dari keterangan teman-teman korban, mereka bersepeda dengan rute menelusuri di pinggiran sungai. 8 pelajar SD tersebut menggunakan sepeda sendiri-sendiri.

“Korban berada di urutan nomor 3,” beber mantan Kapolsek Ngrayun ini saat dikonfirmasi.

Hingga sampai di dekat TKP, rombongan  berniat untuk berhenti. Namun pada saat korban akan turun dr sepeda,  korban kesulitan di karenakan sepeda terlalu besar.

“Karena itu korban terjebur di sungai.
Melihat korban terjebur di sungai salah satu temannya langsung berusaha menolong korban, krn kebetulan ada yang bisa berenang,” terangnya.

Namun teman korban yang berusaha menyelamatkan korban tidak kuat menarik korban. Hingga akirnya korban tenggelam ke dasar sungai.

“Melihat kejadian tersebut teman-teman korban berteriak minta tolong namun keadaan di tkp sepi,” tegasnya.

Salah satu dari teman korban pulang untuk memanggil orang tuanya. Bersama dengan warga lain, warga pun mencari korban demban cara menyelam di sungai.

“Hingga korban di temukan di dasar sungai sudah dalam ke adaan meninggal,” tambahnya.

Dari pemeriksaan medis, keluar air dari hidung dan telinga korban. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan

“Kondisi TKP nya adalah sungai dengan kedalaman 270 cm dan lebar 300 cm. dengan keadaan air sungai tenang / tidak mengalir deras,” urainya.

“Keluarga menerima kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, atas permintaan keluarga tidak dilakukan otopsi terhadap korban, Dengan di kuatkan surat pernyataan dr keluarga korban,” pungkasnya. (bro)