Pakai Umpan Kompor, Petugas Satgas Covid Gadungan Perdaya Lansia di Magetan, Bojonegoro dan Cepu

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Ketiga tersangka saat diamankan di Mapolres Magetan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Magetan – Petualangan tiga pelaku penipuan di Kabupaten Magetan, dalam pelarian telah berakhir. Itu setelah mereka ditangkap Anggota Sat Reskrim Polres Magetan.

[irp]

Tiga pelaku yang kini meringkuk di sel tahanan Polres Magetan tersebut antara lainnya Ramadhan Wijaya, Andri Januardi dan Muhammad Apis.

“2 orang tertangkap di kos mereka di Kecamatan Panekan. 1 (tersangka) lainnya di rumahnya di Kabupaten Brebes. Ketiganya dari luar kota semua,” ujar Kapolres Magetan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Selasa (7/12/2021).

Dalam menjalankan aksinya, ketiga tersangka berpura-pura sebagai petugas Satgas Covid 19. Lalu, mereka menyasar korban yang sekiranya bisa ditipu. 

“Sasarannya adalah warga yang lansia (Lanjut Usia). Jadi mudah ditipu. Beraksi mulai tanggal 10 November. Ada 3 warga yang ditipu. warga di Kecamatan Kota Magetan, Ngariboyo dan Panekan,” kata AKBP Yakhob. 

Modusnya dengan mendatangi para korban dan bertanya, apakah mereka (korban) sudah vaksin. Bagi warga yang menjawab sudah vaksin akan mendapatkan hadiah sebuah kompor gas, sembako dan sejumlah uang tunai. 

Namun ada syaratnya. Yakni para korban harus berfoto dengan kompor gas yang disebutnya sebagai hadiah, serta melepas perhiasan yang ada di tubuh korban. 

“Dokumentasinya dilakukan di dapur. Tapi harus melepas perhiasan. Mulai itu mereka beraksi. Karena salah satunya mengamati korban yang menyimpan perhiasan,” jelasnya. 

Di saat sesi dokumentasi, kata dia, ada tersangka yang mengambil perhiasan. Lalu mereka meninggalkan korban sekaligus dengan kompor gas. 

Dari keterangan para tersangka, aksinya ini berhasil memperdayai 3 korban yang merupakan warga Magetan.

Tidak hanya di Magetan. Menurut Kapolres, tersangka juga mengaku telah melakukannya di Kabupaten Bojonegoro dan Cepu. 

“Para korban itu yakin ya karena pelaku rapi banget. Juga ada identitasnya yang bertuliskan satgas covid dan pertamina,” bebernya. 

Ide menyamar sebagai petugas satgas Covid-19 ini berasal dari salah satu tersangka yang pernah bekerja sebagai sales kompor gas. “Idenya dari salah satu pelaku yang pernah bekerja sebagai salaes kompor gas,” kata Yakhob. 

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah perhiasan emas, 4 stel pakaian seragam warna coklat kekuningan, id card multi gas Indonesia, uang tunai Rp1.700.000 dan sejumlah handphone serta sebuah mobil rental yang digunakan untuk melakukan aksi penipuan.

“Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP jo Pasal 64 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya. (nul)