Pak Kades Ajak Pembantunya Untuk Indehoi di Vila Batu, Suami Lapor Polisi, Warganya Unjukrasa

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

S, pembantu rumah tangga kepala desa yang diajak ke villa Batu saat diperiksa polisi.

KLIKJATIM.Com | Malang – Kepala Desa (Kades) Ngenep, Karangploso, Kabupaten Malang, Suwardi dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan tindakan asusila dengan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumahnya. Dugaan ini dilaporkan Sudiono, suami ART tersebut ke Unit PPA Polres Batu, Senin (2/11) kemarin.

BACA JUGA :  Camat Duduksampeyan Mangkir dari Panggilan Penyidik Kejari Gresik

Sebelum dilaporkan ke polisi, Kades Suwardi sempat diunjuk rasa oleh warganya 26 Oktober 2020 lalu di Balai Desa Ngenep. Saat itu Suwardi didesak warga Desa Ngenep untuk mengundurkan diri. Desakan ini dilontarkan karena warga Desa Ngenep merasa malu mempunyai Kepala Desa yang berbuat tindakan asusila.

“Berdasarkan informasi beredar, Kades Ngenep melakukan tindakan asusila di sebuah villa di Kota Batu,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Erik Ridhoi. Ia melanjutkan bahwa istri Suwardi pun mengetahui tindakan suaminya dengan ART dengan inisial S itu.

Berdasarkan laporan yang dilaporkan oleh Sudiono suami S beserta kuasa hukumnya Sulianto kejadian tersebut dilakukan pada 16 Oktober lalu pukul 11.00. Hal itu terbongkar pada saat Sudiono mendapat kabar dari istrinya. Selain itu, Sulianto mengatakan bahwa tindakan asusila itu juga pernah dipergoki oleh istri Suwardi sendiri. “Bahkan motor ART itu ditinggal, dan dia kabur,” jelasnya.

“Kami telah menerima laporan terkait Kades Ngenep,” kata Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus. Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan secara mendalam.

Terpisah, Sulianto memaparkan bahwa ART Suwardi telah menjalani visum di RS Bhayangkara Hasta Brata pukul 11.30 WIB pada (Rabu, 4/11). Ia mengatakan bahwa kemungkinan hasilnya keluar 3 sampai 5 hari ke depan. “Suami S juga dimintai keterangan tambahan untuk penyusunan BAP,” tandasnya pada awak media.

Sementara itu Suwardi saat ditemui di rumahnya enggan memberi keterangan terhadap kasus yang menimpa dirinya. “Nanti ketika proses hukumnya selesai pasti saya memberi keterangan,” ujarnya seperti dikutip Malang Voice. (hen)