Pagi Ini, 500 Pejabat Pemkab Gresik Ikuti Rapid Tes Usai Libur Panjang

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Sejumlah pejabat Pemkab Gresik saat mengikuti rapid tes di Kantor Bupati beberapa waktu lalu.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak ingin jajaranya tertular Covid-19 tanpa tindakan pencegahan. Untuk itu Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pagi ini memerintahkan 500 pejabat di lingkungan Pemkab Gresik untuk mengikuti rapid tes dari Dinas Kesehatan. Rencana rapid tes ini sudah dilaporkan ke Gubernur dan Sekdaprov Jatim .

BACA JUGA :  Eri Cahyadi: UK Petra Harus Menjadi Bagian Pembangunan Kota Surabaya

“Sudah kami laporkan ke Pemprov Jatim melalui Pak Sekdaprov. Bahwa Senin pagi, kami akan menggelar rapid tes yang akan diikuti oleh 500 pejabat eselon. Mereka adalah pejabat setingkat kepala OPD hingga kepala seksi,” kata Bupati Sambari Halim Radianto kepada Klikjatim, Senin (24/8/2020) pagi.

Dikatakan, untuk pemeriksaan rapid tes, tidak akan ditentukan nama-nama yang harus menjalaninya. Penentuannya dilakukan secara acak untuk masing-masing OPD akan diambil 10 orang. “Selain acak, kita juga tracing apakah pejabat ini pada saat libur panjang berada di luar kota atau menggelar kegiatan yang ada kerumunannya atau tidak. Nanti tim yang akan menentukan, terutama kepala OPD-nya,” jawab Bupati Gresik.

Dijelaskan, langkah pemeriksaan rapid tes ditempuh karena pihaknya tidak ingin pejabat dan ASN Pemkab Gresik yang baru saja liburan panjang pekan lalu menjadi carier bagi penyebaran Covid-19. “Kami tidak ingin upaya Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Gresik menjadi sia-sia jika muncul klaster baru penularan. Untuk itu langkah awal adalah dari internal Pemkab Gresik yang harus kita telusuri dan kita periksa,” jelas Sambari Halim Radianto.

BACA JUGA :  Gubernur Jatim Ajak Semua Elemen Dorong Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi

Menurutnya, langkah Pemkab Gresik ini sudah dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim. elaku Satgas Pemkab Gresik, dia merasa kebingungan di dalam mengambil keputusan dan mengantisipasi jika nanti para pegawai ini hari Senin sudah masuk kerja, baik ASN maupun non ASN. “Kami meminta solusi atas kekhawatirannya terkait libur panjang pekan ini, karena momentum libur panjang biasanya digunakan untuk berlibur ke luar kota dan mengunjungi sanak keluarga,” jelas dia.

“Kami ini pelaksana. Jadi kami hanya menepuk dada, bagaimana kalau pegawai kami pergi berlama-lama keluar kota di daerah pariwisata tentu bersentuhan, bergabung, bergerombol jadi kami bingung, jika nanti pulang dan kembali kerja,” imbuhnya.

Dikatakan, hari ini pihaknya akan duduk bersama dengan pemangku kebijakan lain untuk memikirkan solusi terbaik yang akan diambil. “Kami dengan Dinkes, dengan pak Sekda, sudah ada ancang-ancang untuk itu tapi tidak kami sampaikan secara terbuka kami akan melakukan itu. Sudah ada rencana tapi menunggu dari Sekdaprov. Yang kami bicarakan karena tindakan atas pertimbangan waktu dan biaya,” kata Sambari. (hen)