P-APBD 2019, Pendapatan Jatim Ditarget Naik Sebesar Rp 33 T

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Suasana rapat paripurna DPRD Jatim. (Ni'am/dok)

KLIKJATIM.Com ǀ Surabaya – Pendapatan Pemprov Jatim ditarget ada kenaikan. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Jatim terkait Perubahan APBD 2019 di Gedung Parlemen yang beralamat di Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Dalam rencana awal, pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur ditarget sebesar Rp 31,927 triliun. Kini diubah menjadi Rp 33,427 T. “Karena ada perubahan target pendapatan, otomatis berpengaruh pada sisi belanja daerah,” kata Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim, Basuki Babussalam.

BACA JUGA :  Gubernur Tawarkan Tuna Sendang Biru ke Belarus

Menurut dia, rancangan awal belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 33,519 T. Namun setelah terdapat perubahan target pendapatan, sehingga alokasi belanja pun naik menjadi Rp 38,4 T.

“Melihat struktur perangkaan ini, maka secara keseluruhan APBD tahun anggaran 2019 mengalami defisit 4 triliun 77 miliar 48 juta yang akan ditutup dengan pembiayaan netto,” lanjutnya.

Adapun diketahui, bahwa kerangka P-APBD 2019 ini telah dibahas di tingkat fraksi maupun komisi. Berdasarkan laporan komisi-komisi ada beberapa hal yang telah disampaikan. Antara lain penambahan, pergeseran maupun pengalihan anggaran pada perubahan APBD.

“Pada prinsipnya dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan, serta memperhatikan prioritas kebijakan anggaran yang telah ditetapkan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Maret, Neraca Perdagangan Jatim Surplus

Dia pun mengatakan, bahwa acuan fraksi-fraksi dalam menyampaikan kebijakan politis terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) tentang P-APBD 2019 meliputi beberapa poin. Antara lain pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

“Pada kelompok pendapatan daerah ada proyeksi paska laporan komisi-komisi, terutama dari sektor BBNKB, Kontribusi BUMD dan retribusi daerah,” tandasnya. (nk/hen)