Omset Rp 2 Juta Sehari, Sandal Bawean Diminati Sampai Luar Negeri

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Khoiriyeh saat memproduksi sandal khas Bawean. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik– Pulau Bawean di Kabupaten Gresik ternyata tak hanya menyimpan potensi alam yang luar biasa. Di daerah berjuluk Pulau Putri itu juga menyimpan potensi manusia yang hebat. Khoiriyeh (33) asal Desa Peromaan Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik adalah salah satunya. Pelaku usaha kecil yang sudah memperkejakan beberapa karyawan itu telah mengangkat nama Bawean dari produk sandal yang kini beromset sekitar Rp 2 juta perhari.

Di bawah kaki Gunung Peromaan, ibu tiga anak itu memproduksi sandal setiap harinya. Dia dibantu tiga karyawan dalam memenuhi pesanan perseorangan ataupun penjual yang biasanya mengambil secara grosir. “Penjualan sandal sudah cukup lama. Wilayah yang paling jauh Malaysia,” ujarnya sambil senyum.

[irp]

Dia merasa bangga, sandal yang diproduksi di pelosok Bawean bisa dinikmati oleh banyak orang dari berbagai daerah bahkan sampai luar negeri. “Sandal ini biasanya dibeli oleh para penjual sandal untuk dipasarkan di Probolinggo, Banyuwangi, Jawa Tengah dan beberapa wilayah di Jawa,” imbuhnya.

Ditambahkan, usaha kecil-kecilan tersebut dimulai pada tahun 2012 silam. Saat itu dia memulai produksi sandal untuk dipasarkan di Bawean sendiri. Lalu, melihat masyarakat sekitar mendukung dan antusias, dia mulai melirik pasar di Jawa. “Beruntung banyak saudara dan tetangga yang perantauan. Jadi kami titipkan mereka,” jelasnya.

Melalui pemasaran yang otodidak dan manual seperti itu, Khoiriyeh ternyata mendapatkan tambahan pesanan. Semakin hari, sandalnya semakin dikenal banyak orang. Termasuk orang-orang di Jakarta dan Malaysia yang membeli sandalnya. Tak sedikit yang juga memberikan masukan dan pujian pada sandal produksi Bawean itu. “Harganya hanya Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu dan kini omsetnya sudah Rp 2 juta perhari,” ungkap dia.

“Untuk itu, sekarang kami juga memikirkan modifikasi dan motif yang ada di sandal tersebut agar tidak ketinggalan tren,” tandasnya.

[irp]

Khoirun Nisa, salah satu pelanggan Khoiriyeh mengaku puas. Dia mendapatkan pelayanan yang baik dan sandalnya juga lumayan laris. “Dipakai nyaman dan juga mudah mendapatkannya,” ucapnya.

Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Gresik mau memperhatikan potensi-potensi lokal tersebut agar tidak diklaim orang lain. Selain itu agar pedagang kecil tidak gampang mati. (iz/bro)