Oknum Anggota Perguruan Silat Mengamuk di Desa Jatirembe Gresik, Warung Dirusak Salles Dihajar

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Lasianah, pemilik warung yang jadi korban kebringasan oknum anggota perguruan silat saat menunjukkan pecahan esbes warung yang dirusak. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Sekelompok oknum anggota perguruan silat mengamuk di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jumat (23/10/2021) petang. Sebuah warung jadi sasaran amuk sekelompok oknum ini.

BACA JUGA :  Nyantol 6 Bulan, DPRD Gresik Desak Pemkab Segera Cairkan Insentif Nakes

Selain merusak warung, seorang salles perusahaan rokok yang kebetulan sedang singgah di warung itu juga jadi korban. Salles tersebut mengalami luka pada bagian hidung dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun klikjatim.com di lokasi kejadian, kerusuhan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu ratusan anggota perguruan silat berkonvoi menggunakan motor dari arah Duduk Sampeyan. Sesampainya di Desa Jatirembe, massa berkumpul di lapangan desa.

“Ada sebagian anggota lain yang berhenti di warung kopi, jumlahnya puluhan. Anggota lainnya masih berada di lapangan,”  kata Kepala Desa Jatirembe, Miftahul Hadi.

Nah, saat di warung kopi itu, kata Miftahul, oknum dari anggota perguruan silat ini melihat seorang salles rokok yang kebetulan memakai kaos warna hitam. Diduga, kaos tersebut mirip seragam perguruan silat lainnya.

“Ini dugaan ya. Dikira, salles rokok itu memakai seragam dari perguruan silat lain, padahal tidak,” ungkapnya.

Kepada salles rokok itu, oknum anggota perguruan ini meminta jatah rokok gratisan. Namun, salles menolak memberikan secara gratis. Akibatnya, salles tersebut dihajar oleh oknum tersebut hingga mengalami luka.

Tidak hanya salles yang jadi korban. Warung kopi milik Lasianah (45) yang dijadikan tempat singgah juga dirusak. Akibatnya, meja, dinding yang terbuat dari seng serta atap warung rusak.

Usai membuat kerusuhan, oknum yang berjumlah puluhan ini langsung kabur ke arah selatan menuju Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. Warga yang mendengar ada keributan seketika langsung berhamburan keluar rumah.

“Karena massa banyak berkumpul di lapangan, akhirnya warga langsung menuju lapangan. Ternyata massa di lapangan itu tidak tahu kalau ada kerusuhan di warung yang disebabkan ulah oknum tadi,” terang Miftakhul.

Mendapat laporan adanya kerusuhan di Desa Jatirembe, puluhan aparat gabungan dari Polsek Benjeng dan pasukan pengendalian massa (dalmas) Polres Gresik langsung turun ke lokasi.

“Massa sudah membubarkan diri pukul 19.30 WIB. Sehingga kejadian ini dengan cepat bisa lerai,” kata Kapolsek Benjeng, AKP Lukman Hadi saat dikonfirmasi. (mkr)