Obat Covid-19 Hasil Penelitian Tim Unair Surabaya Selesai Uji Klinis

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsi

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Penelitian Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terkait obat kombinasi untuk Covid-19 akhirnya menyelesaikan uji klinis. Regimen kombinasi obat yang pernah tersebut bisa segera dimanfaatkan namun untuk sementara belum bisa diperjualbelikan secara umum.

BACA JUGA :  Hilang 2 Hari, Nelayan Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa

Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsi menjelaskan, saat ini ke 5 regimen kombinasi obat ini sudah selesai di uji klinis. Regimen Kombinasi Obat itu pun sudah dibuatkan design khusus dan melanjutkan proses produksi melalui BIN. Namun saat ini belum diperjualbelikan.

“Desain produk di atas merupakan draft desain produk yang akan dipakai karena di sudut kanan masih tertulis ‘tidak diperjualbelikan’ sehingga masih menjadi rancangan desain,” ujar Prof Ni Nyoman.
Terkait kapan produk kombinasi obat ini bisa diproduksi massal di pasaran, Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya mengatakan hal itu tergantung dengan kebijakan pabrik farmasi yang menangani. Ini akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebagai regulator.

BACA JUGA :  Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Aman

Sebelumnya sejak April lalu, tim peneliti Unair Surabaya melakukan penelitian terkait rekombinasi obat-obatan yang ada. prof Ni Nyoman menjelaskan, terdapat sejumlah laporan perkembangan lainnya dari riset covid-19 yang telah dilakukan. Di antaranya, uji etik, pengkulturan sel vero, sel ginjal, HSC, dan NK cell. Bahkan, Nyoman mengklaim sudah berhasil melakukan serangkaian uji efektivitas obat, dan kombinasi obat covid-19 khas Indonesia.

“Uji etik, pengkulturan sel vero, sel ginjal, HSC, dan NK cell, serta uji toksisitas juga sudah berhasil didapat. Saat ini masih berlangsung analisis stabilitas kombinasi, RT-PCR analisis uji tantang voris, multiplicity of infection,” katanya. (hen)