Nginap di Rumah Perangkat Perempuan, Kades Pucanglaban Tulungagung Digerebek Warganya

Reporter : Iman - klikjatim.com

Kapolsek memediasi warga desa yang menggerebek Kades Pucanglaban karena bermalam di rumah perangkat desa perempuan yang sudah bersuami.

KLIKJATIM.com | Tulungagung – Warga desa Pucanglaban kecamatan Pucanglaban Tulungagung menggrebek kepala desanya sendiri, Maduki.  Penggerebekan terjadi pada Rabu (14/04/2021) malam setelah mengetahui kepala desa bermalam di rumah Patriyah,perangkat desa setempat yang sehari hari tinggal bersama 3 anak dan orang tuanya. Padahal Patriyah sudah punya suami yang saat ini menjadi TKI di Malaysia.

BACA JUGA :  Di Hari Jadi ke 13 Gerindra, DPC Gerindra Surabaya Mulai Persiapkan Caleg 2024

Kapolsek Pucanglaban, Iptu Ipung Haryanto yang dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapati laporan tersebut kemudian pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian. Untuk mengamakan keduanya dari amukan warga desa, kemudian pihaknya membawa keduanya ke Mapolsek Pucanglaban. “Kita bawa ke mapolsek untuk dimintai keterangan,” ucap Ipung.

Ipung mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memulangkan keduanya kepada keluarganya masing masing, sedangkan dugaan kasus perzinahan keduanya masih dalam tahapa penyelidikan. Dalam hal ini pihaknya masih menunggu laporan dari pihak yang dirugikan secara langsung, yakni suami Patriyah dan istri dari Kades Maduki.

“Untuk istri dari Kades, sudah mengatakan tidak akan melaporkan suaminya, sementara suami dari Patriyah ini masih menunggu hasil musyawarah dengan keluarganya,” jelas Ipung.

Ipung menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan masyarakat dengan gerak gerik kades Maduki yang bertamu pada malam hari di rumah Patriyah. Warga yang geram langsung berupaya menanyakan keberadaan Maduki, namun pemilik rumah mengaku tidak ada orang lain di dalam rumah, hingga akhirnya warga yang masuk ke dalam rumah menemukan kades Maduki bersembunyi di kamar mandi.

“Jadi awalnya itu warga mengeruduk rumah Patriyah ini tapi sama pemilik rumah dibilang ndak ada orang di dalam,kemudian warga memaksa masuk dan menemukan Kades di dalam kamar mandi,”ujarnya.

Ipung mengungkapkan, dihadapan Polisi, kades Maduki mengaku tidak berniat untuk mendatangi Patriyah. Dirinya hanya memarkirkan sepeda motornya, kemudian mengunjungi warga lain yang baru saja melahirkan di dekat rumah Patriyah. “Alasannya untuk jagong bayi,” pungkasnya. (bro)