Ngakunya Tanam Tanaman Hias, Eh Ternyata Tanam Ganja

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono menunjukkan barang bukti tanaman ganja yang ditanam pelaku

KLIKJATIM.Com | Pacitan – Sat Narkoba Polres Pacitan membongkar sindikat ganja hingga ke akar. Buktinya, mereka juga menangkap pemproduksi ganja yang berkedok menanam berkedok tanaman polibek. Namun yang ditanam adalah pohon haram ganja. 

BACA JUGA :  Pemkab Pasuruan Sediakan 2.600 Paket Sembako Bagi Waga Miskin

“Total ada 4 pelaku yang kami tangkap. Mulai kelas teri (pengguna) hingga kelas kakap (memproduksi), ” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Senin (7/6/2021). 

Dia menjelaskan terungkapnya mulai dari tertangkapnya RRF (29). Warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan itu menggunakan ganja. “Jadi pelaku RRF pelaku. Dia juga pengedar tapi skala kecil.  Ditangkap hanya beberapa gram saja,”kata AKBP Wiwit. 

Dari situ, RRF memberi keterangan mendapat barang dari AW (24) warga Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Berbekal keterangan RRF, petugas mendatangi rumah AW.  “Memang benar rumah AW yang berafa di sekitar wisata pantai itu ada ganja. AW tak bisa mengelak. Namun lagi-lagi ganja didapat dari orang lain, ” lanjutnya. 

AW menyebut bahwa dia mendapatkan suplai dari luar kota. Yakni dari BAK (31) warga Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah yang tinggal di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia mengaku petugas mencoba ke kontrakan BAK. 

“Dalam waktu bersamaan ada SI yang datang ke lokasi. Rupanya SI yang mempunyai rumah yang ditempati BAK, ” tambahnya. 

Di kontrakan itu, terdapat 5 pohon ganja yang ditanam menggunakan media hidroponik. Warga sekitar pun tak curiga dengan aktifitas penyulingan ganja. “Ya dikira mereka (BAK dan SI) cuma bercocok tanam menggunakan polibek. Mereka tak bisa kabur lagi, ” terang lulusan AKPOL 2002 ini 

Dia mengaku, keduanya pun digiring ke Mapolres Pacitan. Pasalnya mereka menyuokai ganja hingga ke Pacitan. “Tidak hanya Pacitan saja. Juga ke berbagai kota. Selain ganja juga memproduksi miras. Tapi untuk miras kami limpahkan ke Polres Sleman. Kami hanya menangani perihal gana, ” bebernya. 

Dengan begitu, untuk BAK dan SI dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 111 KUHP fan 114 KUHP. “Kami putus mata rantai hingga ke akarnya, ” pungkasnya. (rtn)