Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Palsu Lamongan Tipu Ibu Muda Asal Bojonegoro

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli memberikan keterangan saat konferensi pers di Mapolres Bojonegoro. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Kedok Junaidi (50) sebagai dukun palsu terbongkar. Kepada korbannya, warga Moropelang, Babat, Lamongan itu mengaku bisa melipat gandakan uang.

Korbannya YN, warga Desa Sumber Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Berdasarkan laporannya kepada polisi, ibu muda itu tertipu hingga Rp 100 juta.

YN yang saat itu terdesak membutuhkan uang Rp 300 juta, lalu cerita kepada seorang teman. YN disarankan oleh temannya untuk menemui Junaidi. Sebab, dukun palsu itu dipercaya bisa melipat gandakan uang hingga empat kali lipat.

BACA JUGA :  Bupati Irsyad: Tidak Ada OPD Basah atau Kering

“Korban berangkat ke rumah tersangka, karena sudah terdesak butuh uang, dan percaya atas cerita temannya itu,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, di Mapolres Bojonegoro, Selasa (8/10/2019).

Sesampainya di rumah tersangka, YN mengutarakan kebutuhannya. Lalu korban diberikan syarat harus menyetorkan uang Rp 100 juta. Korban dijanjikan uangnya akan dilipat gandakan hingga Rp 600 juta.

“Korban disuruh menunggu 40 hari nanti uang yang dijanjikan akan diberikan,” kata Ary.

BACA JUGA :  Dokter Anis Minta Restu ke Pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin

Setelah 40 hari, korban menemui tersangka. Ternyata uang yang dijanjikan dan diberikan kepada korban justru uang palsu alias uang mainan. Korban pun kesal dengan kelakuan tersangka dan melaporkannya kepada Polres Bojonegoro.

Polisi pun bergerak cepat dengan melakukan penggerebekan di rumah tersangka. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHP jo Pasal 36 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak percaya lagi dengan modus penggandaan uang. itu pasti palsu,” tegas AKBP Ary Fadli. (af/mkr)