New Normal di Gresik Akan Difokuskan ke Pesantren dan Rumah Ibadah

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wabup Gresik Mohammad Qosim saat memimpin rapat persiapan new normal terkait kegiatan pesantren dan keagamaan di Pemkab Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemda Kabupaten Gresik sedang menyiapkan formulasi terkait pelaksanaan fase “New Normal”. Pada tahap awal ini Pemkab setempat akan fokus di lingkungan pesantren dan juga revitalisasi rumah ibadah dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Mohammad Qosim menegaskan, penerapan tatanan new normal ini harus disikapi serius. Terlebih berkaitan dengan teknis pelaksanaan protokol kesehatan di setiap sektor, salah satunya terkait protokol santri saat kembali ke pondok pesantren.

“Tatanan new normal adalah upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Untuk itu, kita pemerintah yang ada di daerah harus bersinergi agar penerapan fase new normal ini dapat terlaksana dengan optimal,” jelas Qosim saat memimpin rapat terbatas bersama stakeholder pada Kamis (28/5/2020) kemarin.

BACA JUGA :  Viral Video Mesum 'Gisel' di Depan Toko Kawasan Puger Jember

Seiring hal tersebut ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama berkaitan dengan langkah-langkah menghadapi new normal. “Dalam kebijakan tersebut disampaikan sejumlah hal yang harus diterapkan pada saat santri kembali ke pondok pesantren. Saat akan kembali ke pondok, santri harus dipastikan dalam kondisi sehat, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari puskesmas,” jelasnya.

Selanjutnya, pondok pesantren juga harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Para santri harus menjalani rapid tes ketika sesampainya di pondok pesantren. Selain itu pihak pondok pesantren juga harus menyiapkan ruang isolasi bagi para santri.

Menurutnya, pemerintah melalui dinas terkait akan memfasilitasi tes kesehatan hingga sarana prasarana kesehatan di pondok pesantren. Tujuanya untuk menunjang kebutuhan pada masa pelaksanaan new normal.

BACA JUGA :  Peredaran Miras di Sumenep Disikat, Dua Lokasi Jadi Sasaran Penggerebekan

“Pemerintah juga akan memfasilitasi transportasi kembalinya para santri ke pondok pesantren,” imbuhnya.

Sedangkan berkaitan dengan revitalisasi fungsi rumah ibadah di tengah situasi seperti saat ini, diakui bahwa semua umat beragama sudah merindukan kembali beribadah di rumah ibadahnya masing-masing. Untuk itu, kata Qosim, diperlukan aturan yang baik agar semua berjalan lancar.

BACA JUGA :  Tanpa Zona Merah, Angka Kematian Covid-19 Jatim Tertinggi di Indonesia

Dia mengatakan, Kemenag juga sedang menyusun aturan soal revitalisasi fungsi rumah ibadah. Intinya, diperlukan koordinasi yang baik di tingkat bawah sekaligus perlu adanya kerja sama antara seluruh unsur yang terlibat.

“Ini membutuhkan koordinasi yang baik di tingkat bawah antara unsur-unsur kecamatan, TNI-Polri dan unsur Jemenag sehingga semuanya berjalan dengan baik. Kami juga berharap kerja sama masyarakat untuk ikut mendukung dengan menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19. Mari bersama-sama memutus rantai pandemi ini dan semoga pandemi ini segera berakhir,” tandas Wabup. (nul)