Nekat Buka, Tiga Tempat Dugem Surabaya Dirazia * Hingga 14 Hari Kedepan RHU Dilarang Buka

Reporter : Redaksi - klikjatim

Petgas Satpol PP Kota SUrabaya memperingatkan pengelola hiburan malam untuk mentaati aturan Perwali tentang masa transisi new normal yang belum memperbolehkan tempat hiburan untuk buka.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Tiga tempat rumah hiburan umum (RHU) atau dugem terpaksa ditutup petugas gabungan Satpol PP Kota Surabaya, Jumat (12/6/2020) malam. Ketiganya dinilai telah melanggar Perwali 28/2020 karena buka di masa transisi new normal.

BACA JUGA :  PSBB Malang Raya Diberlakukan, Pelanggar Jalani Rapid Tes

Ketiga pengelola tempat hiburan tersebut diberi peringatan agar mentaati aturan yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota Surabaya. Razia yang digelar Satpol PP Kota Surabaya dilakukan setelah mendapat informasi terkait keberadaan mereka yang tetap membuka usaha di tengah pandemi Covid-19.

Razia diawali di kawasan Jalan Genteng Kali. Petugas menemukan tempat hiburan yang buka. Petugas gabungan kemudian mencoba naik ke lantai atas dan menemukan pegawai yang sudah bekerja. Petugas lalu melakukan pengecekan di setiap room. Mereka menemukan satu pelanggan beserta pemandu lagu tengah asyik bernyanyi. Selanjutnya, mereka diminta keluar.

Penanggungjawab tempat hiburan ini kemudian dipanggil dan diberi penjelasan terkait protokol kesehatan di tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU. Petugas juga meminta pengelola menghentikan kegiatan. Setelah pengelola menghentikan usahanya, Satpol PP kemudian bergerak ke Jl Tidar.

BACA JUGA :  Pemerintah Optimis Covid-19 Reda, Tetapkan Pilkada Serentak Desember

Di tempat hiburan malam Big Ball yang berada di Jalan Tidar, petugas juga mendapati dua pelanggan yang tengah asyik bernyanyi. Petugas Satpol PP kemudian meminta pihak pengelola untuk menghentikan kegiatan. Kemudian di Jalan Kedungdoro juga mendapati bahwa Diskotek Tripel X buka, namun tidak ada pengunjung di dalamnya.

“Razia Tim RHU tersebut untuk melakukan pengecekan tempat hiburan malam sudah menerapkan protokol kesehatan atau tidak,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Pieter Frans Rumaseb.

Dijelaskan, di tempat hiburan yang kena razia dujumpai upaya protokol kesehatan sudah mereka lakukan. Namun ada di tempat lain yang belum mengatur tentang physical distancing.  “Kami sarankan untuk tutup dulu dan membatasi jam operasional sambil menunggu tim khusus dari Pemkot. Baru nanti kita sampaikan secara menyeluruh terkait pelaksanaan Perwali kepada pengusaha,” kata Pieter kepada wartawan.

BACA JUGA :  Tenaga  Penyelamatan Kapal Nuklir Bio Kimia Ditambah

Sementara itu Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengungkapkan, tempat hiburan malam di Surabaya belum boleh buka hingga dua pekan ke depan atau di masa transisi new normal. Yang nekat buka akan ditindak tegas.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Satpol PP Surabaya untuk melakukan pengawasan. Agar tidak ada Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang buka sebelum diperbolehkan.

“Hari ini kita menyurati Kepala Dinas Pariwisata agar khusus RHU jangan buka dulu. Dan kami juga membuat surat kepada Pak Kasatpol PP untuk melakukan pengawasan agar untuk kegiatan RHU jangan dulu,” kata Irvan Widyanto.

Dijelaskan, tempat hiburan malam belum dibolehkan karena Tim Gugus Tugas tengah melakukan pemantapan pedoman pelaksanaan dengan melibatkan akademisi dan pakar kesehatan. “Selama pedoman pelaksanaan belum ada, kami selaku gugus tugas agar RHU jangan dibuka dulu,” pungkas Irvan. (hen)