Musim Penghujan, Produksi Kerupuk Khas Bawean Menurun

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Salah satu pengusaha kerupuk ikan yang sedang membuat kerupuk ikan khas Bawean (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Mulai memasuki musim penghujan saat ini. Para  usaha kerupuk khas Pulau Bawean mengalami penurunan produksi.

[irp]

Salah satu pengusaha kerupuk ikan tongkol, Dian Inayah mengatakan, terhitung selama  dua minggu kemarin gagal produksi kerupuk ikan tongkol, karena hujan.

“Sejak awal bulan November ini gagal panen karena hujan dan sekarang membuat lagi tapi awannya mendung,” kata Dian di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik.

Sehingga kerupuk yang sebelum dimasukkan kemasan dilakukan penjemuran pun tidak bisa maksimal saat musim hujan ini.

Dikatakan Dian, selain kendala pandemi Covid-19, dampak musim kurang bersahabat juga mengurangi produksi kerupuk ikan tongkol itu.

“Biasanya dalam satu hari bisa membuat 20 sampai 30 bungkus. Namun sekarang hanya 20 bungkus. Itu pun kalau sehari tidak ada hujan,” ujarnya.

“Dengan per bungkus jumlah kerupuk yang ia produksi 100 biji kerupuk,” tambah pembuat produk ikan tongkol rumahan.

Sementara  untuk penjualan biasanya ke wilayah dalam negeri  Indonesia bahkan di luar negeri.

“Untuk kerupuk ini biasanya ada yang pesan dari luar negeri namun sekarang sudah tidak ada lagi,” jelasnnya.

Pengusaha kerupuk ikan tongkol rumahan lainnya Wasila mengaku, juga mengalami hal yang sama bahkan sudah dua  minggu yang kurang produksi kerupuk, tetapi setiap hari tetap memproduksi kerupuk.

“Alhamdulillah masih bisa membuat kerupuk setiap hari meski tidak seperti bulan – bulan sebelumnya. Berharap untuk Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM) di Bawean bisa berkembang dan maju,” tutupnya. (bro)