Mulai Pekerjaan, Proyek Lapas Terintegrasi di Pasuruan Tanpa Sosialisasi

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

DPRD Kota Pasuruan saat sidak di proyek lapas terintegrasi. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan, Farid Misbah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terintegrasi yang terletak di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Proyek percontohan ini dibangun di atas lahan seluas 5 hektar milik aset Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

Harapannya bisa membawah kemaslahatan, khususnya bagi masyarakat Kota Pasuruan. Namun sayangnya dalam tahap awal pekerjaan tidak ada sosialisasi. 

“Sejak awal pekerjaan proyek Lapas tidak ada sosialisasi. Sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan,” kata Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan, Farid Misbah saat sidak ke lokasi proyek.

Bahkan lanjut politisi Hanura ini, beberapa waktu lalu warga sekitar lokasi proyek sempat protes adanya proyek tersebut. Pihaknya, mengaku dalam proses pelepasan aset Pemkot dirinya ikut menandatangi.

“Bagaimana proses perencanaan pembangunannya Lapas, saya tidak mengetahuinya. Siapa yang melaksanakannya dan kapan selesainya,” ujarnya.

Pembangunan Lapas Terintegrasi ini memang menjadi kewenangan Kemenko Polhukam. Namun Pemkot Pasuruan memiliki andil yang besar dalam pemindahan Lapas tersebut. Sehingga menjadi sangat wajar bila masyarakat merasa perlu mengetahui perencanaan dan pembangunan proyek tersebut.

“Pembangunan Lapas Terintegrasi ini bukan dikhususkan pemanfaatannya untuk masyarakat Kota Pasuruan. Tetapi kami yang menghibahkan lahan, harus mengetahui pembangunan secara detail. Manfaat apa yang akan diterima masyarakat Kota Pasuruan,” tandasnya. 

Sementara itu, Pelaksana lapangan PT Samudera Anugrah Indah Permai, Sahid Mursito menyatakan, saat ini tengah dikerjakan pengurukan dan pematangan lahan. Pihaknya bekerja sama dengan pengusaha tambang galian C di kawasan Kejayan Kabupaten Pasuruan, untuk mamadatkan lahan seluas 4,2 hektar.

Dia menjelaskan progres pematangan lahan sudah mencapai 26%. “Diperkirakan pekerjaan pematangan lahan rampung bulan Desember 2022 mendatang,” ucapnya. 

Sekedar informasi bahwa Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf mengusulkan kepada Kemenko Polhukam untuk membangun lapas yang terintegrasi dengan tempat rehabilitasi sosial (pesantren) dan rehabilitasi medis (rumah sakit) dalam satu kawasan. Penandatanganan kerjasama tersebut telah dilakukan pada Mei 2021 lalu. (nul)