Mulai 1 Oktober PT Pelindo I-IV Bakal Merger, Fokus Peningkatan Ekspor

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Integrasi empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pelabuhan, yaitu PT Pelindo I-IV (Persero) pada 1 Oktober 2021 bisa memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi. Khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland.

BACA JUGA :  Sosialisasi Pemakaian Masker Terus Digalakkan, Tambahan Pasien Sembuh Gresik Hari Ini 20 Orang

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Pelindo IV Prasetyadi. Katanya, merger berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan. Sebab integrasi merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

“Integrasi Pelindo juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah, sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan. Dengan demikian selain berkontribusi positif pada perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” terangnya, Rabu (15/9/2021).

Prasetyadi menyebutkan merger Pelindo akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis serta pelayanan di pelabuhan. Situasi ini secara bertahap akan berdampak terhadap penurunan harga barang yang diangkut.

Saat ini biaya logistik nasional juga masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain, yakni sekitar 23 persen dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Pasalnya operasi dan infrastruktur pelabuhan belum optimal.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan melakukan Integrasi Pelindo untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi, serta meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan.

Menurutnya, skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor. Antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual.

Direktur Utama (Dirut) Pelindo II dan Ketua OC Penggabungan Pelindo, Arif Suhartono menjelaskan bahwa pasca merger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV.

Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah peti kemas, non peti kemas, logistik & hinterland development, dan marine, equipment, & port services.

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” terang Arif.

Selanjutnya, anak-anak perusahaan Pelindo I-IV akan ditempatkan di masing-masing Subholding berdasarkan lini bisnisnya. Contoh semua anak perusahaan Pelindo I-IV di bidang peti kemas akan masuk ke Subholding Peti kemas.

Diakui bahwa pembentukan subholding dinilai tepat. Karena anak-anak perusahaan tersebut akan tetap dengan identitasnya dan berdiri sendiri-sendiri.

Yang berbeda, jika sebelumnya yang bertindak sebagai parent company adalah Pelindo I, II, III atau IV. Namun kini anak perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan masing-masing dari keempat subholding sebagai pemilik bisnis. (ris)