Misteri Tewasnya Remaja Driyorejo Polisi Tidak Temukan Dugaan Pembunuhan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik —  Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya kejanggalan dalam kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa SF (16) di sekitar Jalan Raya Tenaru, Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada 12 September 2021 lalu.

Penyelidikan dilakukan aparat kepolisian, setelah menerima laporan dari pihak keluarga yang menilai ada kejanggalan dalam insiden tersebut.

Kecelakaan itu merenggut nyawa SF, anak kedua dari Sujiadi (52), warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 11 orang saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. Mulai dari rekan SF, saksi mata di lokasi kejadian, hingga keluarga korban, semua telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
“Setelah dilakukan rekonstruksi, memeriksa para saksi dan hasil gelar perkara, tidak ada (ditemukan) dugaan pembunuhan,” ungkap  Wahyu kepada awak media, Kamis (14/10/2021).

Disinggung lebih lanjut mengenai kelanjutan kasus tersebut, Wahyu belum berani memastikan. Apakah nanti pihaknya akan menghentikan penyelidikan, atau bakal dikembalikan lagi kepada unit Laka Satlantas Polres Gresik sesuai dengan laporan awal.

Sebelumnya, keluarga korban menilai bila kejadian yang menimpa SF bukanlah kecelakaan lalu lintas seperti lazimnya. Karena itu, Sujiadi selaku ayah korban merasa kecewa dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sejauh ini.

Keluarga korban sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari unit Laka Satlantas Polres Gresik, Rabu (13/10/2021) kemarin. Dalam surat disebutkan, telah ditunjuk penyidik untuk menangani kasus kecelakaan tersebut. Masa penyelidikan membutuhkan waktu 30 hari, dengan opsi perpanjangan.

“Khususnya berkaitan reka adegan, yang itu tidak menjelaskan secara gamblang. Banyak hal yang sangat penting, malah dilewati,” uxap Sujiadi.

Untuk itu, Sujiadi tetap akan berusaha untuk memperoleh keadilan dalam kasus yang dialami oleh anaknya. Yakni, dalam mengungkap penyebab sebenarnya mengenai kematian anak keduanya tersebut. Karena Sujiadi menilai, insiden yang dialami SF bukan murni kecelakaan lalu lintas biasa namun diduga diawali penganiayaan atau malah pembunuhan.

“Kelanjutan proses hukum tetap diupayakan, semoga ada jalan untuk memperoleh keadilan,” tutur Sujiadi.

Kejanggalan dirasakan keluarga korban, setelah melihat luka yang dialami. Mulai dari luka mirip lebam di bagian mata korban, hingga luka di bagian rahang dan belakang kepala korban yang dinilai oleh pihak keluarga sebagai luka yang disebabkan oleh benda tajam, yang itu diduga mengakibatkan korban mengalami pendarahan. (bro)