Minta Tolong Anggota Dewan, Korban Pemerkosaan Benjeng Ditawari Rp 500 Juta

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kuasa hukum korban, Abdullah Syafi'i saat berada di Mapolres Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Korban pemerkosaan anak di bawah umur asal Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik sedang berjuang melaporkan terduga pelaku yang merupakan tetangganya sendiri ke Polres Gresik. Namun, di tengah kasus yang masih dalam penyelidikan polisi tersebut muncul upaya perdamaian dengan iming-iming uang Rp 500 juta.

Hal ini dibeberkan oleh kuasa hukum pelapor, Abdullah Syafi’i di sela-sela mendampingi korban, ibu dan kakak kandung korban saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Gresik, Senin (4/5/2020). Dikatakan, permintaan damai untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan ini melalui oknum salah satu anggota DPRD Gresik.

BACA JUGA :  Tabungan Rp 5,5 Juta Raib, Nasabah BRI yang Kebobolan Bertambah

Syafi’i pun menyayangkan adanya oknum wakil rakyat tersebut. Dia menilai sangat tidak etis dan sepihak dalam memediasi kasus ini.

“Anggota dewan itu tak etis, dan sangat tidak adil. Karena (korban) dalam usia belasan tahun, seharusnya korban diberikan pendampingan selaku anggota dewan yang statusnya paham hukum. Bukan mediasi, datang kepada korban dan (diduga) membela sepihak kepada pelaku,” tegas Syafi’i.

Atas kejadian ini, kuasa hukum korban berencana melaporkan tindakan oknum anggota dewan itu ke badan kehormatan DPRD Gresik. “Dalam minggu ini akan kami laporkan ke badan kehormatan dewan Kabupaten Gresik. Kami punya bukti chat WA (WhatsApp) dan rekaman mediasi damai dengan iming-iming uang Rp 500 juta,” terangnya.

BACA JUGA :  20% SMK di Jatim Sudah Tatap Muka Terbatas

Syafi’i berharap, pihak kepolisian segera mengamankan terduga pelaku yang sekarang masih bebas berkeliaran. Karena sebagai pertimbangan korban yang masih berusia 16 tahun itu hamil, serta didukung bukti visum yang sudah keluar.

Di lain pihak, Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Panji Pratistha Wijaya mengatakan, pihaknya akan menampung informasi terkait adanya upaya mediasi ini. “Untuk di kami masih tahap pemeriksaan saksi-saksi,” jawabnya singkat. (nul)