Menuju Ekonomi Hijau, Bupati Anna Muawanah Berharap Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyebut ekonomi hijau merupakan suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Ekonomi hijau merupakan suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Namun demikian, implementasi ekonomi hijau tentu tidak mudah dilakukan, perlu memerlukan persiapan regulasi pendukung, serta pemahaman para pelaku ekonomi.

Oleh sebab itu dalam rangka mendapat gambaran desain dan roadmap implementasi ekonomi hijau maka Pemkab Bojonegoro melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) pada Senin ( 29/3/2021) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Desain Implementasi Ekonomi Hijau Kabupaten Bojonegoro.

Dengan Narasumber oleh Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ,Ph.D (Direktur Lingkungan Hidup KemenPPN/Bappenas) dan Etjih Tasriah (Direktorat Neraca Produksi, Badan Pusat Statistik) yang di gelar di ruang Productive lantai 6 Pemkab Bojonegoro.

Bupati Anna Muawanah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Desain Implementasi Ekonomi Hijau Kabupaten Bojonegoro

 

Kepala BAPPEDA Mokhamad Anwar Mukhtadlo mengatakan tujuan dari penyelenggaraan FGD ini adalah dalam rangka mendiskusikan beragam tantangan yang dihadapi Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pembangunan manusia dan pembangunan perekonomian daerah dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan serta mendiskusikan desain implementasi ekonomi hijau dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kemudian juga menyadari akan potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, efek eksternalitas pembangunan dan industrialisasi yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro saat ini.

“Maka Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berinisiasi menata perencanaan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan trade-off kemajuan ekonomi, sosial dan lingkungan dengan paradigma baru “Build Back Better” melalui implementasi Ekonomi Hijau dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro,” kata Kepala BAPPEDA Mokhamad Anwar Mukhtadlo

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan, secara terotorial bahwa kabupaten Bojonegoro 40% adalah wilayah kehutanan, tentunya banyak potensi potensi perkebunan dan pertanian, selain 40% wilayah kehutanan Bojonegoro memiliki produksi minyak Nasional 30%.

Dikatakan Bupati perempuan pertama itu, dengan menuju ekonomi hijau, tentunya kabupaten bojonegoro dengan 30% migas pemkab tidak ingin menjadi suatu rul kesalahan sehingga jauh jauh hari akan menerapkan terhadap apa yang menjadi ekonomi hijau karena menyadari bahwa tidak dapat bergantung pada migas yang tidak dapat terbarukan.

Anna Mu’awanah menambahkan, Bojonegoro yang memiliki potensi sumber air dari bengawan solo, namun yang berdampingan dengan migas suatu ketika jika kekurangan air atau hujan terlambat maka Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, pemkab support sehingga petani dapat tercukupi ketersediaan air secara maksimal.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik diharapkan dapat mendorong turunnya angka kemiskinan dan pengangguran. “Kami berharap gagasan ekonomi hijau dapat memenuhi kebutuhan berkelanjutan dalam membangun sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan, saya yakin diskusi ini mendapatkan suatu rotmed bojonegoro menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan” pungkas Bupati Bojonegoro

Dalam acara tersebut di buka oleh Bupati Bojonegoro melalui virtual dan ikuti Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten Daerah, Kepala OPD, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur wilayah Bojonegoro, Kepala BPS Jawa Timur, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, serta ADM Perhutani Bojonegoro dan Padangan. (ris/adv)