Mentan Resmikan Penggunaan Mobil Uji Tanah Milik PT Petrokimia Gresik

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo saat meresmikan mobil uji tanah milik PT Petrokimia Gresik

KLIKJATIM.Com l Barito Kuala – Mobil uji tanah milik PT Petrokimia Gresik diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Peresmian itu dilakukan di sela kunjungannya pada acara panen raya padi di Desa Anjir Pasar Lama, Kecamatan Anjir Pasar, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Sempat Orange, Kota Surabaya Kini Naik Lagi ke Zona Merah

Dalam kesempatan ini, Mentan SYL menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pangan dan berharap Kalsel dapat menjadi bagian dari lumbung pangan nasional. Untuk itu, pihaknya juga mengharap dukungan dari berbagai pihak.

Sejalan dengan itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mengungkapkan bahwa hadirnya layanan mobil uji tanah ini merupakan upaya perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah tersebut.

“Selain menyediakan pupuk berkualitas kami juga hadirkan mobil uji tanah, serta produk pengendalian hama melalui anak perusahaan, sehingga layanan yang kami berikan komprehensif,” ujar Digna.

Mobil uji tanah yang ada di Kalsel ini merupakan salah satu dari 15 mobil uji tanah milik Petrokimia Gresik yang tersebar di 8 (delapan) provinsi. Layanan ini telah beroperasi sejak tahun 2015 di sejumlah daerah, dari yang semula 4 (empat) unit kini menjadi 15 unit.

“Banyak petani yang masih kesulitan mengecek kandungan tanahnya karena tidak memiliki alat penguji, sehingga kami menambah 11 (sebelas) unit mobil uji tanah agar jangkauannya lebih luas lagi, sehingga petani bisa melakukan pemupukan secara lebih presisi sesuai kondisi lahannya,” ujar Digna.

Adapun wilayah operasi ke-15 unit mobil uji tanah ini meliputi Madiun (Jatim), Jember (Jatim), Gresik (Jatim), Purwokerto (Jateng), Magelang (Jateng), Semarang (Jateng), Indramayu dan Bandung Barat (Jawa Barat), Lombok dan Sumbawa (NTB), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bandar Lampung (Lampung), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Tanah Karo (Sumatera Utara).

Mobil ini memang dialokasikan untuk 15 daerah tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan juga melayani daerah di sekitarnya,” terang Digna.

Untuk Provinsi Kalsel, lanjut Digna, pihaknya menargetkan mobil uji tanah akan memberikan layanan uji tanah dan sosialisasi kepada petani di 70 titik selama periode September Desember 2020.

Layanan mobil uji tanah sendiri berfungsi untuk menguji tingkat kesuburan tanah dan memberikan konsultasi pertanian secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah dari lahan pertaniannya, kemudian dalam waktu singkat dapat mengetahui kandungan tanah sekaligus mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat.

“Selama ini petani merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk maupun dosis yang akan digunakan. Hadirnya layanan ini akan memberikan solusi atas permasalahan tersebut,” tandas Digna.

Selain itu, mobil uji tanah juga menjadi sarana Petrokimia Gresik membantu pemerintah mengedukasi petani untuk menerapkan pola pemupukan berimbang demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.

“Dengan dosis pemupukan yang tepat dan berimbang, maka penggunaan pupuk oleh petani akan lebih efisien dan produktivitasnya pun semakin optimal, sehingga kesejahteraan petani dapat terdongkrak, tandas Digna. (hen)