Menilik Destana Sukomulyo, Penegakan Protokol Kesehatan Tak Bisa Ditawar

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Himbauan untuk mematuhi prokes terpasang di sejumlah sudut desa. Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Gresik — Desa dan Kelurahan di pusat kota yang padat penduduk menjadi perhatian satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 Gresik. Seperti Desa Sukomulyo Gresik, yang berada dekat dengan kawasan industri sebagai desa tangguh bencana (Destana). “Saat ada pandemi kami sudah sigap dengan adanya destana, tinggal melakukan penyesuaian penanggulangannya bersama satgas,” kata Kepala Desa Sukomulyo, Subiyanto kepada klikjatim.com, Minggu (29/11/2020)

BACA JUGA :  Rachmad Yani Bendahara Nasdem, Strategi Gus Yani Kendalikan Parpol

Kepala Desa Sukomulyo Subiyanto menceritakan desa yang dipimpinnya memiliki satuan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk sejak jauh hari sebelum ada pandemi. Berangkat dari kesadaran warga dan pemerintah Desa Sukomulyo akan rentannya potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam.

“Terutama potensi bencana industri, karena kita dekat dengan kawasan industri, selain itu potensi bencana alam, wabah dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sejak ada pandemi, Destana Sukomulyo bersama satgas rajin menghimbau warga untuk melaksanakan protokol kesehatan berupa 3M, yakni mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta memakai masker. 

“Di depan rumah warga kami sediakan alat cuci tangan agar sebelum masuk rumah tangan bersih, selain itu penyemprotan disinfektan rutin kami laksanakan,” ucapnya.

Selain itu, Subiyanto melanjutkan, dirinya bersama satgas Desa dan Destana memastikan tempat-tempat umum dan area bisnis kuliner seperti warung kopi, rumah makan dan sebagainya di wilayah administratif Desa Sukomulyo selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Tempat-tempat umum yang selama ini menjadi area berinteraksi antar individu masyarakat kami pantu terus agar protokol kesehatan tetap jalan,” jelasnya.

Sebagai desa yang berada di area Industri, tentu banyak pendatang yang bermukim di Desa Sukomulyo, baik yang Indekos maupun kontrak rumah. Rata-rata para pendatang tersebut bekerja di Pabrik sekitar Desa Sukomulyo.

Untuk itu, pihak pemerintah desa menerapkan ketentuan yang membatasi arus keluar masuk pekerja dari luar daerah tersebut.   Tapi kalau tetap memaksa pulang misalkan ada keluarganya yang sakit harus dalat surat keterangan sehat dari Puskesmas Sukomulyo, dan apabila nanti kembali harus membawa surat keterangan sehat dari daerah asalnya.

“Itu Kami monitor betul, pemilik Kos-kosan dan RT/RW setempat mengawasi warga yang dari kuar kota atau kabupaten,” terangnya.

Mengingat pandemi yang belum sepenuhnya hilang, Subiyanto mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan kebiasaan 3M.  “Mari kita tetap rajin mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, terus Makai masker dan menjaga jarak di keramaian,” imbaunya. (rtn)