Mengenaskan! Masih Ada 230 Penderita Gizi Buruk, Begini Reaksi DPRD Lamongan

Reporter : Redaksi - klikjatim

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, Abdul Shomad. (ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Ternyata, Meilani Alfira Damayanti (2) balita penderita gizi buruk yang meninggal beberapa waktu lalu tidak sendiri. Balita asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng itu adalah satu diantara 230 bayi yang juga terkena gizi buruk.

Kondisi demikian jelas berbanding terbalik dengan berbagai penghargaan pernah diraih Kabupaten Lamongan. Tahun lalu, Lamongan mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Sehat kategori Swasti Saba Wistara dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Bahkan, pernah menjadi rujukan 34 provinsi dalam penanganan stunting.

BACA JUGA :  Uang Sewa Tanah Kas Desa Sidomojo Sidoarjo Beda Dengan Kwitansi, Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, Abdul Shomad mengaku menyesalkan masih terdapat adanya penderita gizi buruk. Apalagi hingga mengakibatkan korban jiwa, seperti yang menimpa Meilani Alfira Damayanti.

“Ya ini kok sampai terjadi, padahal pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan gizi buruk. Sangat memprihatinkan,” tutur politisi asal PDIP. Senin (20/01/2020).

Permasalahan ini, bisa mencoreng nama baik Kabupaten Lamongan. Secepatnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada Dinas terkait.

“Kita mengagendakan untuk minta penjelasan dari dinas terkait, sudah kita jadwalkan dalam 3 hari mendatang,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan menemukan 230 anak penderita gizi buruk, jumlah penderita gizi buruk tersebut tersebar di 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 27 Kecamatan. “Data itu dari seluruh Puskesmas di Lamongan sampai tanggal 15 Januari, Puskesmas Kecamatan Sugio paling banyak, dengan jumlah balita gizi buruk 20 anak,” jelas Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufiq Hidayat.

Setelah Puskesmas Sugio, lanjut Taufiq, disusul Puskesmas Sukodadi dengan 19 balita. Lalu Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat sebanyak 17 balita gizi buruk.

Dari 230 anak tersebut baru mencapai 0,34 persen, dimana angka itu masih jauh dibawa 1 persen dari batas Provinsi Jatim. Ia menegaskan, akan memberikan prioritas penuh kepada penderita tersebut.

“Memang penderita gizi buruk jauh di bawah provinsi. Tapi saya minta ini terus diturunkan jangan sampai nambah. Kalau ada yang menderita saya minta keluarga agar melaporkan kejadian ini ke puskesmas sehingga ini bisa ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan ditangani,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Jember Terima Bantuan 125 Oksigen dari Bank Indonesia

Dalam kesempatan itu, Fadeli juga meminta tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi Meilani Alfira Damayanti, karena kondisi semakin memburuk akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya hingga menghembuskan nafas terakhirnya. (bis/bro)