Matangkan Proyek Kereta Gantung, Pemkot Batu Gandeng ITS

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

Ilustrasi kereta gantung yang akan dibangun menghubungkan sejumlah obyek wisata di Kota Batu.

KLIKJATIM.Com | Batu – Pemerintah Kota Batu optimis rencana pembangunan proyek kereta gantung di wilayahnya bisa dikerjakan. Rencana tersebut sudah mulai dibahas bahkan, Pemkot Batu sudah menandatangani kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

BACA JUGA :  Usai Makan Sahur, Warga Nganjuk Ini Lanjut Nyabu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko MSi mengungkapkan bahwa salah satu proyek terbesar yang akan dikerjakan dengan ITS yakni pembuatan kereta gantung yang sedang mengalami penundaan karena pandemi Covid -19.
“Semoga pandemi ini segera membaik, sehingga progres kami untuk proyek ini dapat segera dilanjutkan, tentunya bersama ITS yang akan terus men-support Kota Batu,” ungkapnya.

Dewanti juga menjelaskan bahwa pendampingan akademisi sangat dibutuhkan, khususnya pada proyek-proyek pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi program pengabdian masyarakat dari ITS yang terlaksana di Kota Batu terkait rencana wisata herbal.

Dewanti berharap, melalui pendampingan ITS dalam proyek pembangunan Kota Batu akan membantu Pemkot Batu untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan daerah. “Semoga dengan kerja sama ini dapat berdampak positif bagi ITS serta seluruh masyarakat Kota Batu,” pungkas Dewanti.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng dalam sambutannya menyampaikan, MoU ini merupakan bentuk perpanjangan dari kerja sama antara ITS dan Pemkot Batu yang telah berjalan selama enam tahun. “Selain bentuk pembaharuan MoU yang telah habis di tahun 2019, ITS juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Batu yang sudah bekerja sama membangun daerah,” tuturnya.

BACA JUGA :  Mancing di Pantai Selatan, Dua Pemancing Lenyap Ditelan Ombak

Rencana pembangunan kereta gantung di Kota Batu ini masuk dalam proyek prioritas Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur. Estimasi investasinya Rp300 miliar dengan dana swasta. Jika Kereta Gantung di Kota Batu sudah terealisasi pembangunannya akan menjadi kereta gantung pertama di Indonesia yang menghubungkan sejumlah tempat wisata. Selama ini belum ada.

Awal Januari lalu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Gubernur menjelaskan, masyarakat Kota Batu sudah urunan mengumpulkan dana Rp350 miliar untuk pembangunan kereta gantung. Studi kelayakan (feasibility study/FS) kereta gantung yang akan memanjang sampai ke Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, menurutnya juga sudah selesai. Dia meminta bantuan Menhub soal perizinan.

Sementara itu terkait perizinan, Zulfikri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengatakan, tidak ada masalah tentang regulasi kereta gantung. Direktorat yang dia pimpin selama ini yang memang berwenang mengeluarkan sertifikasi moda transportasi berbasis kabel itu. “Dulu Bandung pernah mengajukan, mau bikin kereta gantung. Tapi tidak dilanjutkan. Pada prinsipnya, kereta gantung itu harus memenuhi aspek keselamatan,” kata Zulfikri.

Soal perintah Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan agar dirinya memberikan izin pembangunan kereta gantung di Kota Batu, dia mengatakan, wewenangnya hanya melakukan sertifikasi. “Nanti akan kami bahas. Karena itu lokal, kami sifatnya hanya sertifikasi saja. Terutama dari aspek keamanan dan keselamatan. Kami lihat dulu trase (rute)-nya,” ujarnya. (hen)