Matahari Tutup Gerai di Bogor

Reporter : Muhammad Khoirur Rosyid - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta–Perusahaan ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memutuskan untuk menutup salah satu gerai di Bogor pada bulan ini. Manajemen Matahari juga mengonfirmasi telah menutup empat lokasi di Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Bogor dengan masing-masing satu gerai.

BACA JUGA :  Hutang BPJS ke RSUD Bojonegoro Rp 28,5 miliar

Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan, gerai itu terpaksa tutup lantaran secara bisnis lokasi tersebut tidak perform atau belum memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan dan bukan terdampak pandemi Covid-19.

“Ini sejalan dengan rencana Perseroan sebelumnya yang akan menutup gerai-gerai yang tidak perform. Tahun ini sudah tutup 4 sampai dengan hari ini, Jogja Jakarta Bandung dan Bogor masing-masing 1 gerai,” kata Miranti seperti dikutip, Kamis (23/9/2021).

Meski akan menutup total 13 gerai tahun ini, Miranti memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Nantinya, para pekerja tersebut akan dialihkan ke gerai Matahari terdekat.

“Karyawan kami alihkan ke gerai-gerai terdekat, tidak ada yang di PHK,” ungkapnya.

Dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan menerapkan strategi omnichannel, yakni dengan memaksimalkan strategi penjualan secara fisik dan daring. Matahari juga masih akan melakukan ekspansi gerai di Tanah Air.

“Beberapa gerai dapat diperbesar sesuai permintaan, sementara itu beberapa gerai perlu dirasionalisasi sehubungan preferensi pilihan saluran pelanggan untuk berbelanja. Namun, secara keseluruhan, kami percaya bahwa keputusan ini harus diambil atas dasar kebutuhan pelanggan dan produktivitas,” ungkap manajemen.

Sampai dengan semester pertama ini, LPPF tercatat membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532,48 miliar, berkebalikan dari sebelumnya rugi Rp357,87 miliar.
Perolehan laba bersih ini sejalan dengan naiknya pendapatan bersih LPPF sebesar 58,44% menjadi Rp3,57 triliun dari sebelumnya Rp2,25 triliun.(*)