Masjid Boleh Gelar Salat Jumat, Khutbah dan Dzikir Harus Dipercepat

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Surat maklumat terbaru yang membolehkan pelaksanaan salat jumat dan salat rawatib berjemaah. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Maklumat tokoh organisasi masyarakat (ormas) islam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik yang disepakati beberapa waktu direvisi. Kebijakan yang sebelumnya mengimbau agar menghentikan semua kegiatan berjemaah di masjid se Gresik, kini diubah lebih lentur.

Masjid-masjid di Gresik boleh menggelar ibadah berjemaah, termasuk salat jumat. Tetapi ada syaratnya untuk mengantisipasi persebaran pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) di Gresik.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, KH Mansoer Shodiq saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya perubahan maklumat. Meski demikian, tapi dia tetap mengimbau masyarakat agar memperhatikan isi maklumat pertama. Yaitu dianjurkan salat di rumah masing-masing.

BACA JUGA :  AKBP Arief Gantikan AKBP Kusworo Jadi Kapolres Gresik

“Tapi kalau memang memaksa jemaah untuk melakukan salat jumat, maka diwajibkan memenuhi protokol penangan covid-19,” ujar KH Mansoer Shodiq, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan salat jumat dianjurkan mempersingkat khutbah dan dzikir. Sehingga berkumpulan massa (jemaah) tidak terlalu lama.

“Sepanjang tidak ada protes dari jemaah, lebih baik dalam rangka penyelamatan diri lebih baik masjid ditutup,” tambahnya.

Berdasarkan maklumat terbaru tertanggal 31 Maret 2020 disebutkan, masjid boleh menggelar salat jumat dan salat wajib. Untuk syarat-syaratnya, takmir masjid disarankan menyediakan protokol pencegahan covid-19.

BACA JUGA :  Lampaui Nasional, Gubernur Kebut Percepatan Pembangunan

Antara lain thermogun laser infrared atau alat ukur suhu tubuh, menyiapkan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer. Jemaah harus memakai masker, tidak bersalaman, menerapkan shof dengan menjaga jarak antar jemaah 1 meter dan hal ini tetap akan mendapatkan fadhilah jemaah.

Setelah melaksanakan salat jemaah, masjid dan musholah harus dipel atau dilap dengan cairan disinfektan maupun antiseptik. Ketika selesai adzan segera salat, khutbah, bacaan surat dan dzikir dipersingkat.

Terpisah, Wabup Gresik, Mohammad Qosim mengimbau masyarakat untuk tetap beribadah dengan memenuhi protokol yang ada di Maklumat. “Aparat juga tidak akan membubarkan jika sudah memenuhi syarat protokol yang ada di Maklumat tersebut,” tuturnya singkat. (iz/nul)